CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon Abdul Ghoffar menyoroti bobot kompetensi lebih sedikit dibandingkan aspek penilaian wawancara panitia seleksi (Pansel) pada lelang jabatan eselon II Pemkot Cilegon.
Ghoffar menjelaskan, berdasarkan penjelasan Sekda Kota Cilegon dalam pemberitaan, penilaian calon eselon II terdiri dari empat bagian, dimana masing-masing memiliki bobot penilaian berbeda.
Pertama, rekam jejak dengan bobot 20 persen, seleksi kompetensi (assesment) 25 persen, penulisan makalah 20 persen, dan wawancara oleh panitia 35 persen.
“Ini perlu diperhatikan karena kompetensi justru bobotnya sebih sedikit dari wawancara oleh panitia,” ujar Ghoffar, Senin 3 Juli 2023.
Ghoffar mengaku khawatir jika bobot wawancara dengan tim itu paling tinggi skorenya maka patut diduga ada unsur like or dislike pada penepatan pejabat terpilih, bukan karena kompetensi seseorang dalam nanti melakukan tugas.
Kemudian dalam pernyataannya Maman menyampaikan bahwa untuk lelang sendiri pihaknya sudah mengantongi rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Nomor : B -2360/JP.00.00/06/2023.
Hal itu, menjadi pertanyaan apakah rekomendasi terkait pelaksanaan lelang atau justru sebetulnya nama-nama ASN yang akan menduduki jabatan-jabatan itu sudah ada.
Ketua Komisi III itu mengaku ingin detail dalam proses open bidding karena ingin Cilegon mulai dibangun dengan sungguh-sungguh dan berorientasi kepada kemajuan daerah.(*)
Reporter : Bayu Mulyana
Editor : Mastur











