SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang menyoroti minimnya fasilitas dan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang.
Karena, selama ini penanganan BPBD Kota Serang dinilai kurang maksimal dalam membantu masyarakat yang mengalami kekeringan akibat dampak El Nino.
Terlebih, BPBD saat ini menjadi ujung tombak masyarakat Kota Serang untuk mendistribusikan air bersih akibat krisis air.
“Kita sudah punya pengalaman waktu banjir kewalahan BPBD itu, personel beberapa orang saja dan armadanya juga hanya 1 saja,” ujar Wakil Ketua DPRD Kota Serang Hasan Basri, Minggu 17 September 2023.
Hasan juga menyoroti dampak kekeringan di Kota Serang yang semakin meluas dalam beberapa hari saja. Dirinya mengaku, bahwa sempat turun mengecek Bendungan Sindangheula bersama jajaran OPD terkait di Kota Serang.
Berdasarkan catatan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, sekitar 3.409 kepala keluarga (KK) dan 3.808 jiwa terdampak kekeringan, tersebar di sekitar 21 titik.
“Itu kan sebagai antisipasi kita. Kita ingin cek kesiapan Bendungan Sindangheula, ternyata bendungan itu juga surut,” katanya.
Berdasarkan hasil temuannya di lapangan, Bendungan Sindangheula juga saat ini tengah mengalami surut hingga 11 meter dari permukaan.
“Menurut kepala balai di sana itu, Bendungan Sindangheula juga surut sudah sampai 11 meter dari permukaan yang standart atau yang biasa. Air baku mengalir ke Kecamatan Kasemen tidak hanya dari Bendungan Sindangheula saja,” ujarnya.
“Waktu kita ke Sindangheula sudah ada 2 kelurahan di Kota Serang yang kekeringan,” tambahnya.
Hasan menambahkan, Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3) juga disebut akan membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk mendistribusikan air bersih.
“Waktu kita ketemu BBWSC3 mereka katanya mau bantu distribusikan air bersih juga. Mereka akan menggerakan unit-unitnya, karena di kita kan BPBD hanya ada 1 unit armada saja,” ucapnya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Abdul Rozak











