PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang mengadakan kegiatan Sekolah Lapang (SL) di 35 kecamatan di Kabupaten Pandeglang. Salah satu tujuan kegiatan SL adalah peningkatan keterampilan dan peran petani dalam pembangunan pertanian.
Melalui kegiatan Sekolah Lapang ini petani dapat meningkatkan ilmu dan keterampilannya, dengan begitu produktifitas pertanian akan meningkat.
Adapun kegiatan SL dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan di setiap kecamatan dengan total 35 unit Sekolah Lapangan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang Dr. Nasir menjelaskan, Sekolah Lapang bukan hanya memberikan teori namun lebih kepada praktik di lapangan.
“Pada kali ini Sekolah Lapang dilaksanakan di Kecamatan Saketi. Petani diberi ilmu tentang budidaya padi pro organik dengan membuat pupuk organik dan pestisida hayati,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa, 19 September 2023.
Nasir menjelaskan, selama ini petani lebih banyak menggunakan pupuk kimia yang rentunya akan timbul kejenuhan pada lahan. Oleh karena itu perlu disuburkan kembali dengan pupuk organik.
“Kita coba ke arah organik dengan belajar membuat biosaka sebagai elisitor tambahan nutrisi bagi tanaman padi, dengan begitu akan mendukung peningkatan produksi pertanian. Ibu Bupati sangat mendukung sekali pada program pertanian, selama ini pandeglang berkontribusi banyak dalam bidang pangan baik di Provinsi Banten maupun nasional,” katanya.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang Uun Junandar mengungkapkan, pelatihan pembuatan pupuk organik dari biosaka diikuti oleh 50 petani di setiap Sekolah Lapang.
“Sekolah Lapang ini dilaksanakan di 35 kecamatan. Setiap kecamatan itu ada 50 orang petani terdiri dari kelompok tani maupun anggotanya yang dilatih,” katanya.
Uun menjelaskan, Pemkab Pandeglang konsen dalam peningkatan kapasitas para petani. Dalam rangka peningkatan produktifitas pertanian dan mendukung dengan nyata melalui Dinas Pertanian.
“Seperti rehabilitasi irigasi, bantuan alsintan dan jalan usaha tani atau JUT. Hal ini bagian dari upaya mengantisipasi perubahan lingkungan strategis yang berkembang pada abad 21 ini dan krisis pangan global yang sedang melanda,” katanya.
Bupati Pandeglang Irna Narulita mengapresiasi para pahlawan pangan yang terus berjuang dalam meningkatkan produktifitas pertanian.
“Para petani di Pandeglang sangatlah produktif dalam pengolahan lahan,” katanya.
Camat Saketi Muhadi mengatakan, Sekolah Lapang dilaksanakan di Desa Ciandur.
“Kami mengucapkan terima kasih Kepada Bupati dan Kepala DPKP Kabupaten Pandeglang atas terselenggaranya Sekolah Lapang Tematik Organik. Untuk meningkatkan SDM dan merubah perilaku, sikap, keterampilan petani di lingkungan Kecamatan Saketi dan semoga materi yang disampaikan di Sekolah Lapang dapat bermanfaat untuk petani,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Aas Arbi











