“Beasiswa fakultas kedokteran misalnya, Saya kira ini program yang cerdas di tengah-tengah ada hambatan birokrasi karena wilayah pendidikan tinggi adalah wilayah kebijakan pemerintah pusat. Tapi kepentingan reel di daerah, Bupati beserta jajaran tak ragu mengalokasikan dana khusus beasiswa untuk fakultas kedokteran,” tegasnya.
Bahkan, saat ini penerima beasiswa angkatan pertama fakultas kedokteran Untirta sudah lulus dan sudah bekerja di rumah sakit. “Alhamdulillah sudah lulus sarjana kedokteran 10 orang angkatan pertama sedang bertugas di rumah sakit dan nanti akan kembali membangun kesehatan di Kabupaten Serang,” imbuhnya.
Selain itu ada juga beasiswa lain yang digulirkan oleh Pemkab Serang yaitu bekerjasama dengan industri yang ada di Kabupaten Serang. “Saya kira peningkatan IPM sejalan dengan alokasi beasiswa pendidikan, sekaligus mengurangi potensi pengangguran karena ini akan langsung direkrut oleh industri,” tegasnya.
Kendati demikian, ia mengatakan jika Pemkab serang masih memiliki PR yang cukup besar dalam peningkatan IPM di Kabupaten Serang khususnya dalam sektor pendidikan. Salah satunya ialah dengan meningkatkan angka rata-rata sekolah.
“PR nya masih ada masih ada yaitu rata-rata lama sekolah di Kabupaten Serang masih 7,78 tahun jadi baru SMP kelas 2. Kita masih punya komitmen yang kuat untuk terus gotong royong membangun pendidikan bagian dari penguatan IPM ke siapapun nanti yang akan menggantikan beliau,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











