LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak mencatatkan data terbaru untuk wilayah terdampak kekeringan di Lebak yang telah terjadi selama Juni-Oktober 2023.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Lebak Febby Rizki Pratama mengatakan, saat ini telah memperpanjang kondisi Tanggap Darurat Bencana Kekeringan dari 5-17 Oktober 2023.
“Lebak itu yang paling parah ada 94 desa yang tersebar di 22 kecamatan yang terdampak kekeringan, ” kata Febby, Senin, 9 Oktober 2023.
Kata dia, sebanyak 1.129.780 jiwa warga Lebak mengalami krisis air bersih hingga kenaikan harga bahan pangan akibat kekeringan lahan pertanian.
“Krisis air bersih, puso, kebakaran hutan dan lahan. Hingga cuaca panas saat ini terjadi mencapai 37 derajat,” tuturnya.
Kondisi kekeringan juga berdampak pada para petani yang gagal panen, karena sawah yang kekeringan. Berdasarkan prakiraani Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim hujan akan mundur hingga bulan November 2023.
“Berdasarkan rilis BMKG, musim kemarau diperkirakan akan selesai akhir bulan ini, hujan akan turun di akhir Oktober atau awal November 2023,” terang Febby.
Febby juga mengimbau kepada warga Lebak untuk mewaspadai peralihan musim yang diprediksi akan terjadi pada bulan Oktober.
“Saat peralihan musim tersebut, warga harus mewaspadai bencana peralihan musim seperti angin puting beliung hingga longsor,” pungkasnya.
Reporter : Nurandi
Editor : Aas Arbi











