SERANG,RADARBNATEN.CO.ID-Talas Beneng yang saat ini ditanam dan di produksi di Pabuaran sejak tahun 2016 lalu telah menembus pasar luar negeri yakni ke Amerika dan juga Australia.
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, kabupaten Serang memiliki beberapa produk pertanian yang diunggulkan, seperti sedap malam dan juga melon. Bahkan ada satu produk yang diekspor ke luar negeri.
“Yang sudah bisa ekspor itu talas beneng dari daunnya, itu untuk bahan rokok. Bahkan sudah beberapa negara yang jadi negara ekspornya,” katanya, saat ditemui di kegiatan jambore penyuluh pertanian dan pasar tani di Pendopo Bupati Serang, Senin 16 Oktober 2023.
Menurutnya, masih terbukanya pasar ekspor untuk produk tersebut harus dimanfaatkan dengan baik. Yakni dengan memperluas produksi dan menambah lokasi penanaman untuk Talas Beneng.
“Saya sudah menginstruksikan kalau memang pasar ekspornya sudah terbuka dan permintaan banyak ya diperluas produksinya,” tegasnya.
Pihaknya pun kemudian meminta kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) untuk melakukan ujicoba penanaman Talas Beneng di dua kecamatan lainnya.
“Tadi di Kecamatan Pabuaran, Ciomas, Padarincang. Kita ujicoba dulu di sana diperluas, kalau pasarnya masih terbuka kita tambah lagi nanti akan kita bantu dari Pemkab karena mereka butuh bibit,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Serang Suharjo mengatakan jika ada dua negara yang saat ini membeli produk Talas Beneng dari Kabupaten Serang.
“Amerika dan Australia jadi negara yang paling rutin dan banyak membeli Talas Beneng,” jelasnya.
Suharjo mengatakan, saat ini baru ada 50 hektare lahan pertanian yang diproyeksikan untuk menanam Talas Beneng untuk tujuan ekspor ke luar negeri yang berada di Kecamatan Pabuaran.
“Sekarang masih fokus di Pabuaran yang sudah diolah. Yang diekspor baru sekitar 50 hektare ran,” tegasnya.
Pihaknya pun saat ini menargetkan akan memperluas lahan produksi hingga 500 hektare dengan mengembangkan produk tersebut di dua kecamatan lain yakni Ciomas dan Padarincang.
“Kita sedang mencoba mengembangkan hingga 500 hektare di tiga kecamatan tadi yaitu Padarincang, Ciomas dan Pabuaran,” jelasnya.
Suharjo mengatakan, selain daunnya yang dapat diolah menjadi tembakau, batang dan juga umbinya dapat diolah dan memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi.
“Daunnya diolah jadi tembakau, umbinya di oleh jadi tepung untuk bahan roti dan lain sebagainya, kemudian batangnya bisa diolah jadi kain sutra,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











