SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Banten menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan di Aula Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Banten, Senin, 6 Oktober 2023.
Kegiatan ini dalam rangka pelaksanaan sub kegiatan perumusan kebijakan teknis di bidang ideologi wawasan kebangsaan, bela negara, karakter bangsa, pembauran kebangsaan, bhineka tunggal ika, dan sejarah kebangsaan.
Sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 71 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendidikan Wawasan Kebangsaan dan Perda Provinsi Banten Nomor 8 Tahun 2022 tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan langkah menyebarluaskan pendidikan wawasan kebangsaan ke semua golongan masyarakat, serta penyelarasan program setiap instansi atau lembaga yang memiliki tugas pengembangan wawasan kebangsaan.
Dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, wawasan kebangsaan adalah cara manusia sebagai bangsa dalam memandang diri dan Iingkungannya dalam mencapai tujuan nasional yang mencakup perwujudan kepulauan nusantara sebagai kesatuan ideologi, politis, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan dengan berpedoman pada falsafah Pancasila dan UUD 1945.
Dikatakan Kepala Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan pada Kesbangpol Provinsi Banten, Fathurrohman, Rakor ini bertujuan untuk mengkaji program wawasan kebangsaan.
“Kita membentuk kepengurusan baru, selanjutnya kita membuat program untuk kegiatan sosialisasi bagi masyarakat seperti anak sekolah, pesantren maupun perguruan tinggi,” katanya.
“Sejauh ini, Kesbangpol Provinsi Banten, Kabupaten dan Kota sudah melaksanakan itu, kita ada program wawasan kebangsaan di dalamnya ada bela negara, nah ini kita lakukan di sekolah-sekolah untuk menanamkan patriotisme anak terhadap bangsa dan negara,” tambahnya.
Menurutnya, wawasan kebangsaan sangat penting, apalagi mendekati tahun Pemilu, jangan sampai masyarakat terpecah belah karena termakan hoaks karena kurangnya wawasan kebangsaan.
Di tempat yang sama, salah satu narasumber pada Rakor ini, Soleh Hidayat mengatakan, di era modern saat ini, penanaman wawasan kebangsaan mutlak untuk dilakukan bersama.
“Di samping pendidikan formal di sekolah, tidak kalah penting melalui sosialisasi dan sebuah praktik pengamalan wawasan kebangsaan, dan itu sudah dilakukan oleh Kesbangpol. Hal itu harus dilakukan agar anak tidak melakukan hal-hal di luar ideologi Pancasila,” katanya.
Lanjut Soleh, di era modern ini, anak harus mampu dan mau mengikuti perubahan zaman atau berinovasi, sehingga orang itu akan maju.
“Di era digital ini, kita harus berinovasi, dan memanfaatkan teknologi. Namun maksimalkan teknologi untuk kegiatan positif, jangan sampai kita terjebak oleh hoaks. Milenial harus mampu berinovasi pada perubahan,” tutupnya. (*)
Reporter: Eko Fajar
Editor: Agus Priwandono











