SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kenaikan harga cabai rawit di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang diakibatkan berkurangnya stok yang ada saat ini.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag) Kota Serang Wahyu Nurjamil mengatakan, berkurangnya pasokan hasil panen tersebut akibat dari dampak cuaca kemarau yang panjang belakangan ini terjadi.
“Saat ini pasokan yang kurang cabai, idealnya per hari lima ton, namun saat ini pasokan sekitar dua ton. Penyebab berkurangnya pasokan karena hasil panen berkurang akibat dampak kemarau,” ujarnya, Kamis 9 November 2023.
Ia mengatakan, pasokan cabai untuk di Kota Serang itu berasal dari daerah Lamongan Jawa Timur. Untuk itu, pihaknya saat ini tengah melakukan pemantauan agar pasokan cabai di Kota Serang kembali bertambah.
“Kita sedang melakukan pemantauan, ini akibat musim kemarau, jadi banyak petani yang gagal panen,” tuturnya.
Harga cabai rawit di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang kembali merangkak naik per satu kilogramnya.
Kenaikan harga cabai rawit itu diyakini oleh para pedagang Pasar Rau, akibat musim kemarau yang sudah terjadi sejak bulan Agustus lalu.
Hingga saat ini, harga cabai di Pasar Induk Rau tembus hingga diangka Rp100 ribu per kilogram.
Pedagang mengaku, sebelum mengalami kenaikan, harga cabai rawit di Pasar Induk Rau berada diangka Rp 50 ribu per kilogramnya.
Muhyi, salah satu pedagang cabai di Pasar Induk Rau mengatakan, kenaikan harga cabai iti sudah berlangsung sejak dua pekan yang lalu.
“Cabai rawit merah mahal semua ada yang Rp 100 ribu per kilogram ada juga yang paling murah Rp 90 ribu per kilogram,” katanya.
Sementara untuk cabai rawit lokal, saat ini tembus diangka Rp75 ribu per kilogramnya. Padahal sebelumnya, kata Muhyi, harga cabai rawit lokal berada diangka Rp 30 ribu per kilogramnya.
“Kalau cabai rawit yang lokal itu sekarang Rp 75 ribu per kilogramnya. Padahal sebelum naik itu hanya Rp 30 ribu,” katanya
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Abdul Rozak

