PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Jelang bulan Ramadan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang memastikan ketersediaan beras aman tanpa kekurangan.
Hal itu disampaikan Kepala DPKP Pandeglang, Nasir. Ia mengatakan, pihaknya mendorong petani padi di Pandeglang, khususnya di Pandeglang Utara, untuk mempertahankan hasil panennya setiap bulan guna memenuhi kebutuhan konsumsi lokal.
“Para penggilingan mungkin sebagian ada yang mengolah untuk kebutuhan kita sendiri, mungkin sebagian juga ada yang mengirim ke luar kota dan kita tidak bisa menahan harga gabah yang memang lagi bagus,” ungkapnya, Senin, 26 Februari 2024.
Dikatakannya, DPKP Pandeglang telah meminta kepada Sub Drive Bulog Pandeglang-Lebak untuk selalu mempersiapkan kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Menurutnya, menjelang bulan Ramadan, ketersediaan beras di Kabupaten Pandeglang dipastikan aman dan tidak akan mengalami kekosongan.
“Berdasarkan informasi dari Bulog, stok beras sekitar 8.000 ton untuk Pandeglang aman hingga April, sehingga kita memiliki akses yang cukup,” ujarnya.
Menurutnya, beras jenis premium tidak tersedia di Pasar Pandeglang karena hanya dijual di toko-toko modern.
“Saat ini, harga beras berkisar antara Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu di pasaran untuk berbagai jenis seperti medium KW 1, KW 2, dan KW 3. Mengingat tidak sedang musim panen besar, harga tersebut masih wajar karena kualitasnya bagus,” ungkapnya.
Dengan penurunan harga beras dari Bulog, diharapkan harga beras di pasar bisa turun sedikit demi sedikit. (*)
Editor: Agus Priwandono











