PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Angka inflasi Kabupaten Pandeglang di angka 0,91 persen di Februari 2024.
Ahli Madya Statistik di Badan Pusat Statistik atau BPS Kabupaten Pandeglang Adji Subekti, inflasi tersebut sebagian besar berasal dari kenaikan harga bahan makanan yang mencapai 0,75 persen dari total inflasi.
“Sebagian besar dari inflasi 0,91 persen pada bulan Februari berasal dari kenaikan harga bahan makanan dan minuman,” kata Adji Subekti, Rabu, 6 Maret 2024.
Dijelaskan Adji Subekti, pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab pemerintah daerah.
“Terutama dalam bidang perekonomian yang melibatkan Setda, Disperindag, dan pertanian, karena inflasi terutama disebabkan oleh lonjakan harga bahan makanan seperti beras,” jelasnya.
Kata dia, dengan pasokan yang lancar, harga tidak mengalami fluktuasi signifikan, terutama pada produk seperti beras. “Rata-rata, seorang penduduk Pandeglang membutuhkan sekitar 9 kilogram beras setiap bulannya,” ucapnya.
Menurutnya, inflasi saat ini disebabkan oleh keterlambatan penanaman padi, mengakibatkan panen yang tertunda hingga bulan Februari. Harga kebutuhan pokok diperkirakan akan naik memasuki Ramadan dan Idul Fitri mendatang.
“Kenaikan harga cukup tinggi diprediksikan saat bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, di mana permintaan akan meningkat dan barang-barang yang biasanya tidak banyak dibeli menjadi lebih diminati, menyebabkan kenaikan harga,” ungkapnya.
editor : Merwanda











