LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kehadiran BTPN Syariah melalui kumpulan atau Pertemuan Rutin Sentra (PRS) setiap dua minggu sekali, jadi solusi bagi masyarakat Inklusi di Kampung Cilame, Desa Cigoong Utara, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, pada Minggu 19 Mei 2024.
Diketahui, kumpulan PRS menjadi pemberdayakan masyarakat inklusi dengan berbagai program pelatihan dan pendampingan, dengan melakukan transaksi keuangan serta angsuran tepatnya di Kampung Cilame, Desa Cigoong Utara.
Camat Cikulur, Sukmajaya menilai pendampingan terhadap masyarakat ultra mikro penting untuk dilakukan. Menurutnya, pelayanan yang dilakukan oleh BTPN Syariah membantu masyarakat dan menjadi solusi mewujudkan mimpi dan keluar dari kemiskinan.
“Kehadiran BTPN Syariah di Kecamatan Cikulur, Alhamdulillah bisa membangkitkan ekonomi masyarakat saat ini, dan keluar dari kemiskinan, meningkatkan taraf hidup, dan perekonomian yang selama ini tidak terjangkau pemerintah tetapi oleh BTPN Syariah terjangkau sesuai dengan komitmen mereka, sehingga taraf hidup mereka akan lebih sejahtera,” kata Sukmajaya kepada RADARBANTEN.CO.ID, pada Minggu 19 Mei 2024.
Ia mengungkapkan, sangat mendukung kehadiran BTPN Syariah dalam memberdayakan dan meningkatkan taraf hidup masyrakat terutama para ibu rumah tangga di Kecamatan Cikulur.
“Tentunya pemerintah harus mendukung adanya BTPN Syariah, karena selama ini UMKM sudah jalannya ya melalui perbankan dan sebagainya. Nah ultramikro ini, perlu ada pihak yang membantu mereka untuk keluar dari kemiskinan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Habibi Kepala Desa Cigoong Utara, bahwa program BTPN Syariah melalui PRS sangat baik dan menjadi solusi untuk menumbuhkan perekonomian di masyarakat khususnya ibu rumah tangga.
“Ini kegiatan yang baik, kemudian kita sudah ngobrol-ngobrol dengan pihak BTPN Syariah, ini tujuanya untuk kebaikan masyarakat di Cigoong Utara. Dan saya secara pribadi dan sangat antusias dengan kegiatan ini,” terangnya.
Salah seorang nasabah, Siska Ramayani mengaku telah bergabung menjadi nasabah BTPN Syariah sejak 2015 dengan pembiayaan awal sebesar Rp3 juta yang digunakan untuk modal membanngun usaha sembako.
“Alhamdulillah, usaha saya terus berkembang dan kini telah mendapatkan pembiayaan dari BTPN Syariah hingga Rp20 juta,” ungkap Siska.
Ia menejelaskan, keberhasilannya dan ibu-ibu nasabah lain tak terlepas dari pendampingan yang dilakukan oleh Community Officer (petugas lapangan).
“Kami mendapatkan banyak pengetahuan dan pelatihan dalam memajukan usaha dari pendampingan yang dilakukan BTPN Syariah melalui kumpulan,” tandasnya
Sementara itu, Corporate dan Marketing Communication Head BTPN Syariah, Ainul Yaqin mengatakan bahwa BTPN Syariah terus berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat inklusi dengan memberikan pembiayaan modal usaha dan pendampingan di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Lebak. Bahkan, BTPN syariah ini menjadi satu-satunya bank yang fokus melayani masyarakat prasejahtera produktif, terutama bagi kaum hawa.
“Visi misi kami adalah menciptakan kesempatan tumbuh bersama demi mengubah hidup jutaan masyarakat inklusi Indonesia menjadi lebih sejahtera,” kata Ainul.
Ia menuturkan, melalui PRS tersebut, BTPN Syariah memberdayakan masyarakat inklusi dengan program pelatihan, pendampingan, transaksi keuangan dan angsuran.
“Kunjungan kami ini untuk memberikan support kepada warga khususnya nasabah BTPN Syariah sehingga pembiayaan, pelatihan dan pemberdayaan dapat terus tumbuh hingga meningkatkan perekonomian keluarga,” ucapnya. (adv)











