TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Herman Suwarman, meminta pengelola Bendungan Pasar Baru (Pintu Air 10) membuka pintu air bendungan. Hal itu dilakukan guna menekan volume air yang membanjiri tiga wilayah kecatan di Kota Tangerang akibat Sungai Cisadane meluap.
Sekda Kota Tangerang, Herman Suwarman mengatakan, untuk mengurangi risiko banjir di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane telah meminta kepada pengelola Pintu Air 10 untuk bisa membuka pintu air.
“Tadi kami sudah koordinasi dengan pengelola Pintu Air 10, agar pintu airnya bisa dibuka. Hal ini untuk mengatur level air Cisadane agar tidak limpah,” ujarnya, Sabtu 25 Mei 2024.
Herman mengatakan, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Tangerang dan sekitarnya sejak Jumat malam, 24 Mei 2024, menyebabkan beberapa titik di DAS Cisadane terkena luapan air dari sungai.
Akibatnya beberapa wilayah di Kelurahan Panunggangan Utara di Kecamatan Pinang, Kelurahan Karawaci di Kecamatan Karawaci, dan Kelurahan Panunggangan Barat di Kecamatan Cibodas kebanjiran.
“Sampai saat ini ada tiga titik yang termonitor, yaitu di Panunggangan Utara, Panunggangan Barat dan juga Karawaci,” tambahnya.
Herman mengatakan, Pemkot Tangerang juga sudah menyalurkan bantuan bagi para warga yang terdampak. Ada 250 nasi bungkus yang sudah disalurkan bagi warga yang terdampak.
“Tadi pagi kami sudah salurkan 100 nasi bungkus, dan 150 untuk siang hari,” jelasnya.
Herman pun mengimbau warga untuk tetap waspada, mengingat kemungkinan hujan yang masih akan mengguyur Kota Tangerang.
“BMKG memprediksi hujan ringan akan masih mengguyur Tangerang. Masyarakat tetap waspada dan apabila membutuhkan bantuan bisa menghubungi petugas yang di lapangan atau call center 112,” tambahnya.
Kepala BPBD kota Tangerang Maryono Hasan menyampaikan, sejak tadi malam pihaknya telah menurunkan empat regu yang siap melakukan evakuasi bila diperlukan bagi warga yang terdampak.
“Sejak tadi malam personel BPBD sudah standby di lokasi yang rawan banjir, termasuk di tiga lokasi tersebut. Ada 80 personel yang kami siagakan ditambah 1 (satu) unit truk dan 2 (dua) perahu. Kemungkinan nanti masih bisa terus bertambah menyesuaikan kondisi,” ujarnya.
Salah seorang warga terdampak luapan Sungai Cisadane di RT 03 Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas Ridwan Alimi mengatakan,
saat ini kondisi genangan sudah surut. Dimana sebelumnya akibat luapan aliran Sungai Cisadane wilayah tersebut tergenang setinggi 50 cm.
“Ada dua RT terdampak. Ada sekitar 100 rumah terdampak luapan Sungai Cisadane. Saat ini sudah surut total,” ujarnya.
Ridwan mengatakan, akibat genangan tersebut juga membuat warga memilih mengungsi ke rumah tetanghanya yang memiliki rumah lantai dua.
“Akibat genangan warga ada yang ngungsi ke tumah tetangga yang memiliki rumah berlantai dua,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











