SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pertanian (Distan) Banten melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap proyek irigasi dan perpompaan (Irpom) yang berada di Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, Kamis 1 Agustus 2024.
Proyek irpom itu diketahui bersumber pada APBN di Kementrian Pertanian (Kementan) yang bernilai Rp112.800.000. Yang mana, proyek ini di swakelola kan kepada kelopok tani setempat.
Kepala Distan Banten Agus M Tauchid meminpin langsung monev yang diikuti jajaran Distan Kota Serang, Korem Maulana Yusuf dan perwakilan Bank Indonesia.
Ia mengatakan, proyek ini sendiri digelontorkan olek Kementan guna membantu para petani dalam meningkatkan produksi padi, khususnya dalam mencegah gagal panen yang disebabkan oleh kekeringan. Sebab, BMKG memprediksi akan terjadi kemarau pada bulan Agustus hingga September ini.
“Di Banten ada 338 unit atau kelompok di mana per unit minimal bisa mengairi sawah 20 hektar sawah. Hari ini kita berada di Kecamatan, Kota Serang, disini ada 15 kelompok Irpom, dimana pola yang diterapkan adalah sewa kelola uang, yang langsung ditransfer kepada kelompok tani,” kata Agus Tauchid.
Dikatakannya, proyek Irpom ini dibagi menjadi dua tahapan yaitu tahap pertama sekitar 70 persen yang diperuntukan untuk membeli alat perpompaan. Sisanya, yakni 30 persen akan ditransfer kepada kelompok tani untuk memberi selang, pipa dan bak penampung air.
“Per hari ini di Kota Serang dari 15 irpom, yang sudah terpasang pompa ada enam sampai tujuh kelompok, diharapkan di minggu ini semua sudah bisa terpasang pompanya dan diharapkan memasuki pertengahan Agustus sudah sudah lengkap,” ungkapnya.
Sementara, Ketua Kelompok Tani Sumber Harapan Satu di Kasemen, Babay Suganda mengaku berterimakasih dengan adanya bantuan Irpom dari Kementan ini. Katanya, bantuan ini akan dapat meningkatkan produksi padi para warga.
“Alhamdulillah ini sangat membantu sekali, karena berdasarkan pengalaman pada El Nino kemarin, banyak petani yang alami kekeringan. Tapi semoga dengan adanya irpom ini, masalah itu bisa teratasi. Dan produksi tani bisa bertambah, yang tadinya panen satu tahun cuma dua kali, semoga dengan ini bisa tiga kali,” ungkapnya.
Editor: Abdul Rozak











