PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Sebanyak 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil di Kabupaten Pandeglang ditargetkan meraih pendapatan dari sektor retribusi sebesar Rp16,523 miliar. Namun, hingga pertengahan Desember 2024, tiga OPD di antaranya mengalami realisasi yang masih rendah.
Kepala Bidang Penagihan dan Pengendalian Bapenda Pandeglang, Yunisa mengatakan bahwa dari sektor retribusi yang dikelola oleh 11 OPD berdasarkan data yang ia peroleh ini mengalami penurunan dalam capaian realisasi di pertengahan Desember 2024 ini.
“Jadi memang kendalanya banyak mulai dari sarana dan prasarananya yang ada ini belum dilakukan rehab, contohnya seperti menyewakan kios tapi kondisi kiosnya masih tidak ada perbaikan,” ungkapnya, pada Jumat 20 Desember 2024.
Disebutkan Yunisa, bahwa 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil di Kabupaten Pandeglang yang ditargetkan meraih pendapatan dari sektor retribusi meliputi Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Dinas Kesehatan RSUD Aulia, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag).
Lalu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), Dinas Perikanan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).
Dikatakannya, tiga dari 11 OPD penghasil di Kabupaten Pandeglang gagal mencapai target pendapatan retribusi yang telah ditetapkan. Yakni Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag), serta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) tercatat belum mencapai 50 persen dari target yang ditetapkan.
“Contohnya Diskoperindag, biasanya bisa tercapai, tapi kali ini tidak. Disdikpora juga mengalami hal serupa, terutama terkait pengelolaan tiga aset besar seperti Graha Pancasila (GP), Stadion Badak, dan Stadion Berkah. Setelah direhab, namun retribusinya belum optimal,” kata Yunisa.
Lebih lanjut, Yunisa menjelaskan bahwa capaian retribusi Dishub juga mengalami penurunan.
“Tiga OPD ini, Disdikpora, Dishub, dan Diskoperindag, sampai pertengahan Desember ini capaian realisasinya kurang dari 50 persen,” lanjutnya.
Berdasarkan informasi data yang dihimpun dari Bapenda Kabupaten Pandeglang menunjukkan bahwa Disdikpora hanya mencatatkan realisasi sebesar 41,55% atau Rp249.303.000 dari target perubahan anggaran Rp600.000.000.
Dishub mencapai 47,78% atau Rp578.015.000 dari target Rp1.209.845.000, sedangkan Diskoperindag baru mencapai 41,85% dengan realisasi Rp1.428.041.008 dari target Rp3.412.000.000.
Yunisa menyebutkan bahwa rendahnya capaian ini dipengaruhi oleh kondisi perekonomian di Pandeglang yang tidak stabil.
“Kami memaklumi situasi ini karena kondisi ekonomi yang kurang baik, yang berimbas pada pasar dan sektor lainnya,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi agar target retribusi bisa tercapai pada tahun mendatang.
“Kedepannya, kami akan melakukan evaluasi bersama agar hal ini tidak terulang, dan target yang ditetapkan bisa tercapai,” tambahnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











