SERANG, RADARBANTEN. CO. ID – Dinas Kekuatan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten menunjukan komitmen nyata dalam menanggulangi kemiskinan juga masalah gizi atau stunting di Banten. Komitmen nyata itu ditunjukan melalui pengembangan budidaya ikan yang dilakukan oleh DKP di UPTD Produksi dan Pengembangan Perikanan Budidaya (P3B), Kabupaten Pandeglang.
Pada UPTD P3B itu, DKP membudidayakan berbagai komoditas ikan seperti ikan mas, lele, gurame, nila dan ikan patin. Ikan-ikan itu dibudidayakan untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bantuan sosial. Dari bulan Januari hingga Desember 2024 ini, DKP sendiri sudah mendistribusikan 1074 kilogram bantuan ikan konsumsi kepada masyarakat.
Kepala DKP Banten Eli Susiyanti mengatakan, bantuan ikan sendiri diyakini dapat membantu penurunan stunting di Banten. Karena, ikan diketahui mengandung banyak nutrisi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Bantuan ini kita berikan dalam upaya meningkatkan daya konsumsi ikan masyarakat. Karena kita tau bahwa ikan ini kaya akan nutrisi, sehingga sangat baik untuk dikonsumsi oleh masyarakat, “kata Kepala DKP Banten saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.
Tidak hanya untuk konsumsi, di UPTD ini juga pihaknya membina ratusan kelompok budidaya ikan (Pokdakan) yang ada di Banten. Mereka diberikan edukasi mengenai cara budidaya ikan yang baik, dan juga diberikan bantuan benih. Di tahun 2024 ini sudah menyalurkan 1.564.900 ekor benih ikan kepada 142 kelompok masyarakat di delapan kabupaten dan kota.
“Pemberian benih kepada masyarakat ini merupakan salah satu program kami dalam upaya pengurangan kemiskinan di Banten. Jadi harapannya ketika pokdakan diberikan bantuan benih, mereka dapat menjadi pembudidaya yang mandiri sehingga nantinya dapat membantu perekonomian mereka,”katanya.
Ia menuturkan, pembinaan kepada Pokdakan dimulai dengan pelatihan-pelatihan dari tahap aklimatisasi atau perawatan benih ikan, manajemen pakan, sampai dengan panen. Selagi dibina, Pokdakan juga diberikan bantuan berbagai alat pembudidaya ikan. Dikatakannya, Banten memiliki potensi besar dalam mengembangkan budidaya ikan, khususnya di wilayah Kabupaten Serang, Lebak dan Pandeglang.
Disana, kata Eli, mempunyai faktor alam yang mendukung dengan sumber daya air yang baik untuk pembudidayaan ikan. Potensi itu tentunya akan pihaknya maksimalkan, dengan harapan Banten bisa menjadi penyuplai ikan nasional.
“Kita punya data produksi ikan itu setiap tahunnya selalu mengalami tren peningkatan, namun belum maksimal. Makanya kita terus melakukan upaya dalam meningkatkan produksi ikan, salah satunya dengan revitalisasi tambak yang sedang kita menjajaki bersama dengan pemerintah daerah di Banten, “tuturnya.
Revitalisasi tambak ini akan pihaknya lakukan dengan mengoptimalkan operasional kepada tambak ikan yang produksi ikannya belum maksimal. Ia melaporkan, di tahun 2024 ini, budidaya ikan juga telah berhasil menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) hingga Rp91 juta.
Selain budidaya, pihaknya juga memberikan dukungan kepada para nelayan di Banten dalam upaya meningkatkan hasil tangkap ikan di laut. Salah satunya dengan cara pemberian bantuan alat tangkap ikan kepada para nelayan juga memperbaiki sarana prasarana pelabuhan. Menurutnya, Banten juga kaya akan dengan potensi tangkap ikan laut, mengingat Tanah Jawara ini dikelilingi oleh tiga laut yaitu selat sunda, samudra hindia dan laut jawa.
“Dukungan terus kita berikan, guna mendorong kemandirian nelayan dan Pokdakan dengan harapan mereka dapat meningkatkan daya ekonomi, maka dengan begitu kesejahteraan masyarakat pun dapat turut meningkat, ” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











