LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak mencatat kasus angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Lebak menurun pada tahun 2024.
AKB di kabupaten Lebak sepanjang tahun 2024 tercatat sebanyak 276 bayi. Sementara AKB pada tahun 2023 mencapai 340 bayi.
“Untuk kasus angka kematian bayi pada tahun 2024 turun. Sementara untuk kasus AKB (angka kematian ibu) naik satu kasus,” kata Plt Kepala Dinkes Lebak dr Budhi Mulyanto, Minggu 19 Januari 2025.
Dia mengatakan, untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, Dinkes Lebak telah melakukan berbagai upaya, mulai dari sosialisasi kepada para ibu, pendeteksian dini melalui pemeriksaan ibu hamil di posyandu, serta skrining pada wanita usia subur yang menderita anemia atau penyakit lainnya.
“Peningkatan kapasitas tim gawat darurat ibu dan bayi, penyuluhan pentingnya periksa hamil dan bersalin di fasilitas kesehatan, rujukan berencana terhadap ibu hamil,” kata Dikertir RSUD Adjidarmo ini.
Dia menambahkan, untuk menurunkan AKI dan AKB ini pihaknya terus berupaya mengoptimalkan pelayanan kesehatan di masyarakat, salah satunya dengan meningkatkan Puskesmas biasa menjadi puskesmas dengan perawatan. Sehingga dapat lebih mendekatkan pelayanan kesehatan secara umum khususnya meningkatkan pelayanan persalinan di desa-desa.
“Kita juga telah memerintahkan petugas Puskesmas untuk proaktif melakukan pendataan awal ibu hamil. Sehingga, dapat diketahui ibu hamil berisiko tinggi dan tidak. Para bidan desa harus tetap tinggal di desa masing-masing dan melakukan pemeriksaan secara berkala kepada ibu hamil berisiko tinggi. Begitu juga kemitraan dengan paraji desa juga dijalin,” katanya.
Reporter: Nurabidin
Editor: Aditya











