TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID-Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kabupaten Tangerang meminta maaf atas peristiwa pencopotan dan pembakaran spanduk bertuliskan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di depan Gedung Bupati , Puspemkab Tangerang.
Dalam unjuk rasa tersebut, BEM Kabupaten Tangerang menolak Proyek Strategis Nasional (PSN) PIK2 yang ada di pesisir Kabupaten Tangerang.
Permintaan maaf tersebut dilakukan oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam BEM Kabupaten Tangerang di kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tangerang yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tangerang.
“Kami Mahasiswa yang tergabung dari Aliansi BEM se-Kabupaten Tangerang dan BEM Banten Bersatu wilayah Tangerang menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas atas kejadian pencopotan banner pers,” tulis mahasiswa dalam surat pernyataannya yang ditandatangani oleh Deri ketua BEM Esa Unggul Tangerang, Deri Gusti dikutip wartawan Selasa 11 Februari 2025.
Pada surat pernyataan tersebut mereka juga mengakui bahwa insiden itu tidak mencerminkan komitmen mahasiswa terhadap keterbukaan serta kebebasan berekspresi.
Sebab, pers menjadi salah satu pilar utama dalam demokrasi. “Kami mengakui adanya kesalahan dalam proses pengambilan keputusan,” ungkapnya.
Aliansi mahasiswa dari berbagai kampus di Tangerang itu juga menegaskan bahwa dalam insiden pencopotan dan pembakaran spanduk bertuliskan HPN tersebut murni sebuah kesalahan dan tidak ada pihak manapun yang menunggangi.
Atas insiden tersebut BEM Kabupaten Tangerang akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang pada aksi-aksi mendatang.
“Kami berkomitmen untuk terus menjalin hubungan yang baik dengan Insan Pers,”tutup Deri pada surat pernyataan tersebut.
Reporter: Mulyadi
Editor: Agung S Pambudi