LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Harga Minyakita di Pasar Sampay, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Diketahui Minyakita kemasan pouch dijual oleh pengecer seharga R p18 ribu per liter. Sedangkan, kemasan botol dijual Rp17 ribu per liter.
Perbedaan harga itu terjadi karena takaran yang berbeda. Minyakita kemasan botol hanya berisi sekitar 900 mililiter, tidak sesuai dengan informasi yang terdapat pada kemasan, yakni 1 liter.
“Saya atau pengecer lain jual Rp 17 ribu untuk kemasan botol. Isinya tidak sesuai, cuma 900 ml. Kalau yang pouch Rp 18 ribu karena isinya full satu liter. Dijualnya agak susah, pembeli kayaknya milih ke minyak curah,” kata seorang pedagang, Uun, Senin, 17 Maret 2025.
Uun mengungkapkan alasannya menjual Minyakita yang isinya tidak sesuai kemasan, yakni untuk menghabiskan sisa stok.
Uun menyebut, sebagian besar pedagang di kawasan Pasar Sampay juga masih menjual Minyakita botol yang tidak sesuai dengan takarannya.
“Ada yang jual, ada yang enggak, tapi kebanyakan masih banyak yang jual. Produknya itu stok kita sebelumnya yang masih sisa,” ungkapnya.
Uun berharap, pemerintah bisa segera menyelesaikan segala persoalan dari produk Minyakita.
Selain menstabilkan harganya, ia meminta kepada pemerintah untuk mencari jalan keluar agar Minyakita yang beredar sudah sesuai takaran, termasuk bisa mengembalikan kepercayaan konsumen.
“Ya mudah-mudahan aja Minyakita bisa diturunkan harganya biar ngejualnya bisa sesuai dengan bandrolnya,” harapannya.
Mumum, warga Rangkasbitung, yang dijumpai di Pasar Sampay mengaku kapok membeli produk Minyakita.
Ia mengaku lebih memilih minyak goreng curah karena harga Minyakita tinggi dan isinya tak sesuai takaran.
“Memang biasanya saya selalu beli Minyakita botol. Tapi pas ada isu dikurangi takarannya, saya coba sendiri di rumah. Ternyata di Lebak juga sama, takarannya kurang. Sudah saya bandingkan bahkan dengan yang kemasan pouch, ya jelas beda takarannya,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











