SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Nasib malang dialami oleh karyawan PT Nikomas Gemilang, Komarudin (36). Warga Desa Teras, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang ini mengaku menjadi korban pembegalan yang dilakukan oleh empat orang.
Akibat peristiwa itu, uang Tunjangan Hari Raya (THR) yang akan digunakan untuk keperluan lebaran raib digasak pelaku. “Uang THR saya sekitar Rp 10 juta lebih yang ada di dalam tas diambil pelaku,” ujarnya kemarin.
Ia mengatakan, peristiwa tersebut berawal saat dia akan berangkat kerja pada Jumat malam 21 Maret 2025. Di perjalanan tepatnya di Kampung Ceri, Desa Ketos, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, ia dipepet satu sepeda motor.
Salah satu pelaku yang ada di atas motor tersebut langsung menempelkan pisau ke bagian perut dan merampas tas miliknya. “Kejadiannya sekitar jam 21.00 WIB,” ujarnya.
Saat kejadian itu, pelaku sempat mengancam dan menyuruh korban untuk tidak berteriak. Namun, dia tidak menggubrisnya dan sempat melakukan perlawanan. “Saya sempat mencoba melawan dan meminta tolong karena di arah belakang ada satu motor yang putar balik,” katanya.
Korban baru sadar pengendara motor di belakang tersebut merupakan komplotan pelaku setelah dia sempat dibacok menggunakan golok. Hantaman senjata tajam tersebut mengenai helm yang digunakan korban. “Untung saya pakai helm,” katanya.
Ia menerangkan, dari ciri fisiknya, keempat pelaku tersebut berperawakan besar, menggunakan masker dan menggunakan dua sepeda motor seperti Nmax dan PCX. “Saya tidak begitu jelas melihatnya karena kondisi gelap,” ungkapnya.
Komarudin mengaku pasca kejadian tersebut, ia belum membuat laporan polisi. Saat ini, ia merasa masih trauma. “Karena begal ini menurut saya sangat sadis jadi saya masih trauma. Saat ini saya belum melapor ke polisi,” ungkapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Cikande AKP Tatang meminta korban untuk membuat laporan atas kasus pencurian dengan kekerasan tersebut. “Belum ada laporan, tapi saya sudah dapat informasi dari media sosial. Saya harap korban ini segera membuat laporan kepada kami,” tuturnya.
Editor: Bayu Mulyana











