CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – PT LOTTE Chemical Indonesia (LCI) akhirnya buka suara terkait aktivitas flaring atau pembakaran gas di cerobong api yang sempat menimbulkan kegelisahan warga di sekitar kawasan industri Cilegon.
Perusahaan petrokimia asal Korea Selatan itu menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan menegaskan bahwa aktivitas tersebut merupakan bagian dari prosedur normal saat start-up pabrik.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujar Sr. Assistant Manager General Affair LCI, Mohamad Khalimi, melalui keterangan tertulis yang diterima Radar Banten, Rabu 21 Mei 2025.
Khalimi menjelaskan, pembakaran gas di cerobong dilakukan sebagai bagian dari tahapan pengoperasian awal pabrik atau start-up. Prosedur ini, kata dia, lazim dilakukan di industri petrokimia dan telah sesuai standar operasional internasional.
“Proses ini aman dan juga telah diterapkan di fasilitas-fasilitas kami yang lain di berbagai negara,” katanya.
Sebagai bentuk transparansi, lanjut Khalimi, pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan resmi kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Banten dengan nomor 73/LCI/-VP/GA/V/2025.
Dalam kegiatan tersebut, LCI juga didampingi oleh DLH Kota Cilegon untuk melakukan pengawasan teknis secara langsung.
“Kami juga melibatkan laboratorium independen yang sudah terakreditasi untuk memantau kegiatan teknis selama masa start-up berlangsung,” terangnya.
LCI berharap, klarifikasi ini dapat meredam kekhawatiran masyarakat dan meluruskan informasi yang beredar di publik.
“Kami berkomitmen terhadap kepatuhan lingkungan, keselamatan, dan keterbukaan informasi,” pungkas Khalimi.
Reporter : Adam Fadillah
editor: Agung S Pambudi












