LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sebuah video yang memperlihatkan kondisi jalan rusak parah di Desa Karyajaya, Kabupaten Lebak, viral di media sosial pada Kamis, 6 Juni 2025. Video tersebut memperlihatkan warga menanam padi di tengah jalan berlubang sebagai bentuk protes terhadap kerusakan yang sudah berlangsung selama satu dekade.
Kerusakan jalan ini berdampak signifikan terhadap aktivitas sehari-hari warga, terutama dalam sektor pendidikan dan perekonomian. Akses yang buruk menyulitkan pelajar menuju sekolah dan pedagang dalam mendistribusikan barang dagangan.
Salah satu warga, Aminudin, menuturkan bahwa jalan tersebut sudah mengalami kerusakan berat selama bertahun-tahun tanpa ada perbaikan berarti dari pemerintah.
“Jalan ini sudah rusak parah selama 10 tahun dan belum ada perbaikan yang signifikan,” kata Aminudin saat ditemui RADARBANTEN.CO.ID, Minggu, 8 Januari 2025.
Menurut Aminudin, kondisi tersebut sangat memberatkan warga, terutama pelaku usaha kecil.
“Pedagang seperti saya sangat kesulitan untuk mengangkut barang karena jalan yang rusak,” jelasnya.
Kesulitan serupa juga dirasakan oleh Samudi, seorang pedagang sayur. Ia mengatakan bahwa kerusakan jalan berdampak langsung pada kualitas barang dagangannya.
“Saya harus berhati-hati saat mengangkut sayuran karena kondisi jalan yang rusak. Jika tidak hati-hati, sayuran saya bisa rusak di jalan,” ujarnya.
Tak hanya menghambat aktivitas ekonomi, kondisi jalan tersebut juga kerap menimbulkan kecelakaan ringan. Warga pun berharap pemerintah segera turun tangan.
“Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini agar aktivitas warga menjadi lebih mudah,” ungkap Aminudin.
Ia menekankan pentingnya realisasi janji pemerintah yang sebelumnya pernah disampaikan kepada warga.
“Kami berharap pemerintah dapat merealisasikan janji mereka untuk memperbaiki jalan ini,” pungkasnya.
Viralnya video yang beredar luas di media sosial akhirnya menarik perhatian pemerintah setempat. Pemerintah Kabupaten Lebak menyampaikan bahwa perbaikan jalan di Desa Karyajaya akan segera masuk dalam agenda prioritas pembangunan infrastruktur dalam waktu dekat.
Editor: Merwanda











