LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Seorang siswa SMA di Kabupaten Lebak harus merasakan sakit di jari manisnya gara-gara memakai cincin yang ditemukan di halaman sekolah. Cincin baja itu tak bisa dilepas dan membuat jarinya membengkak.
Siswa tersebut adalah Febriansyah (16), warga Kampung Cidarema, Desa Sukajadi, Kecamatan Panggarangan. Ia merupakan pelajar kelas 3 di salah satu SMA negeri di wilayah tersebut.
Masalah bermula saat Febriansyah menemukan sebuah cincin baja di halaman sekolah. Karena penasaran, ia memakainya di jari manis. Awalnya tak ada masalah, namun beberapa hari kemudian cincin itu mulai sulit dilepaskan dan membuat jarinya bengkak.
Beruntung, warga menyarankan untuk meminta bantuan ke Pos Sektor 5 Damkar Bayah. Petugas langsung bergerak cepat untuk membantu melepaskan cincin tersebut.
“Proses eksekusi pemotongan cincin dilakukan oleh petugas atas dasar persetujuan pelapor dengan menggunakan alat mini grinder yang dimiliki,” ujar Ade Apriyadi, Danru Damkar Lebak, saat dihubungi RADARBANTEN.CO.ID, Sabtu, 12 Juli 2025.
Ade menjelaskan, proses pemotongan cincin berlangsung sekitar lima menit dan berhasil dilakukan tanpa menimbulkan luka.
“Cincin dapat dipotong dengan aman tanpa menimbulkan luka terhadap jari pelapor,” tegasnya.
Sebelumnya, Febriansyah sempat mencoba melepas cincin dengan berbagai cara, termasuk menggunakan tali, namun tak berhasil. Akhirnya ia mengikuti saran warga untuk mendatangi Damkar.
“Pelapor menemukan cincin baja di halaman SMAN 1 Panggarangan, lalu dipakai di jari manis. Setelah beberapa hari, saat hendak dibuka, cincin tidak bisa terlepas,” jelas Ade.
Menanggapi kejadian tersebut, pihak Damkar juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan aksesori, apalagi jika bukan milik sendiri.
“Himbauan kepada pelapor serta warga masyarakat sekitar agar selalu hati-hati terhadap kemungkinan yang terjadi dalam memakai perhiasan atau aksesori,” pungkasnya.
Editor : Merwanda











