SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Sejumlah masyarakat yang tinggal di desa Angsana, Kecamatan Mancak dan Dess Luwuk, Kecamatan Gunungsari meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melakukan sosialisasi dengan masif terkait rencana pembangunan tempat Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah mereka.
Pasalnya, sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari pemerintah kepada masyarakat mengenai rencana pembangunan program tersebut.
Warga hanya menerima informasi dari warga lainnya yang lahannya akan dibebaskan untuk pembangunan PSEL.
Diketahui, Pemkab Serang berencana akan menggunakan lahan seluas 5 hektare yang membentang di dua wilayah tersebut untuk pembangunan PSEL.
Lahan tersebut rencananya akan dibebaskan melalui skema ruislagh atau tukar guling dengan PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) di Kabupaten Serang.
Salah seorang warga Desa Luwuk, Kecamatan Gunungsari, Rusdi mengaku mendapatkan informasi terkait rencana pembangunan program PSEL di Kabupaten Serang dari warga sekitar yang memiliki lahan di wilayah yang akan dijadikan PSEL.
“Lahannya masih punya masyarakat, jadi tahu juga dari masyarakat yang punya lahan di lokasi itu katanya mau dijadikan PSEL,” katanya, Selasa 19 Agustus 2025.
Ia mengaku sejauh ini belum pernah ada sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah, baik pemerintah desa maupun dari pemerintah kecamatan yang memberikan pernyataan secara resmi mengenai rencana pembangunan PSEL di wilayah mereka.
Ia mengungkapkan, lahan yang rencananya akan dijadikan untuk lokasi PSEL tersebut terhampar di dua desa yakni di Desa Luwuk, Kecamatan Gunungsari dan Desa Angsana Kecamatan Mancak dengan luas kurang lebih 5 hektare.
“Lahannya ada sebagian yang sawah dan ada juga sebagian yang kebun. Lahan saat ini masih punya masyarakat. Paling luas lahan masuk ke wilayah Desa Luwuk,” ujarnya.
Ia berharap, agar nantinya dilakukan sosialisasi secara massif kepada masyarakat yang berada di sekitar lokasi pembangunan PSEL sehingga nantinya masyarakat bisa tahu mengenai apa itu program PSEL di Kabupaten Serang.
“Kemungkinan belum mulai sosialisasi karena masih rencana. Kita inginnya ada sosialisasi dari pemerintah sehingga bisa dilakukan secara transparan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pemuda Kabupung Tanjung, Desa Angsana, Kecamatan Mancak, Ayung Nasution mengungkapkan pihaknya belum mendapatkan informasi secara resmi dari Pemkab Serang mengenai rencana pembangunan PSEL di wilayahnya.
Namun, beberapa bulan terakhir, pihaknya sering melihat pejabat Pemkab Serang meninjau lahan kosong yang lokasinya tidak jauh dari kampung mereka dan tepat di belakang bengkel milik Ayung.
“Kemarin ada 8 kendaraan yang meninjau lokasi, dari masyarakat dapat informasi jika memang lahan ini mau dijadikan PSEL,” ujarnya.
Ia meminta agar Pemkab Serang dapat melakukan sosialisasi secara masif untuk pembangunan PSEL kepada masyarakat yang berada di ring satu proyek tersebut.
Ia pun meminta, agar nantinya warga yang ada di sekitar lokasi PSEL dapat ikut diberdayakan dan bisa bekerja baik saat pembangunan PSEL maupun setelah PSEL beroperasi.
“Bagi kami yang penting ada manfaatnya bagi masyarakat. Yang paling utama, kita kan berada dekat dengan lokasi PSEL, sekikitnya kena dampak. Makanya kita minta warga bisa ikut serta bekerja baik saat pembangunan maupun setelah operasional,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi

