SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Menjelang pelantikan pejabat di lingkungan Pemprov Banten, ada oknum-oknum yang mengambil kesempatan. Sekda Banten, Deden Apriandhi Hartawan menerima laporan adanya oknum yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan keadaan menjelang pelantikan pejabat Pemprov Banten.
Deden menerima laporan adanya oknum yang meminta sejumlah uang agar dapat naik jabatan. Berdasarkan laporan yang ia terima, ada staf yang dimintai uang sebesar Rp100 juta agar dapat naik jabatan ke eselon IV.
Modusnya, oknum ini mengaku akan menyampaikan keinginan pejabat yang ingin naik jabatan kepada sejumlah tokoh masyarakat untuk disampaikan kepada Gubernur. “Apa iya tokoh masyarakat mengurusi rotasi pejabat. Kami tidak melarang setiap pegawai menyampaikan keinginan kepada orang lain, baik itu pimpinannya atau tokoh masyarakat dan tokoh agama. Tapi jangan ada transaksional,” tegasnya.
Jika ada transaksional, Deden mengaku akan timbul fitnah. “Mungkin bisa dianggap uang itu akan disampaikan ke Gubernur, padahal tidak menerima. Atau bisa juga nanti menjadi kebiasaan buruk,” tandasnya.
Untuk itu, Deden menegaskan agar seluruh aparatur sipil negara (ASN) tidak terlibat praktik transaksional. Ia mengingatkan, jabatan adalah amanah yang harus diraih melalui kompetensi dan kinerja, bukan lewat jalan pintas.
“Saya tekankan kepada seluruh ASN, jangan sampai ada yang tergoda dengan iming-iming dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Semua proses berjalan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku,” tegasnya.
Ia menegaskan, pelantikan pejabat yang akan dilakukan Pemprov Banten semata-mata didasarkan pada kebutuhan organisasi dan hasil evaluasi kinerja, bukan karena faktor kedekatan atau praktik jual beli jabatan.
Kata dia, berdasarkan arahan Gubernur Banten Andra Soni, setiap ASN harus menunjukkan prestasi nyata. “Sesuai pernyataan Pak Gubernur, kalau ingin sesuatu, sampaikan langsung kepada pimpinan. Kalau ingin promosi, bicaralah dengan kinerja. Tunjukkan prestasi, tunjukkan kemampuan, karena itulah yang akan jadi pertimbangan,” tegas Deden.
Editor: Abdul Rozak












