PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Produksi padi di Kabupaten Pandeglang hingga Agustus 2025 tercatat mencapai 830.208 ton gabah kering panen (GKP). Angka itu sudah melampaui target tahunan sebesar 817.026 ton.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Pandeglang, Nasir M Daud, mengatakan capaian tersebut masih bisa terus bertambah. Pasalnya, sejumlah wilayah masih memiliki potensi untuk kembali menanam.
“Produksi sudah di atas sasaran yang ditetapkan. Kami juga yakin masih akan ada panen pada masa tanam (MT) ke-3, bahkan MT ke-4 karena beberapa wilayah masih bisa tanam,” kata Nasir, Selasa 16 September 2025.
Meski produksi sudah melebihi target, realisasi luas tanam justru masih di bawah. Dari target 138.502 hektar, hingga Agustus baru terealisasi 109.120 hektar. “Kita masih punya pekerjaan rumah sekitar 29.373 hektar,” ujarnya.
Nasir optimistis target luas tanam bisa tercapai dalam sisa waktu tiga bulan ke depan. Menurutnya, berbagai langkah dilakukan, mulai dari penggunaan benih unggul, pemupukan sesuai dosis, hingga bantuan infrastruktur pertanian seperti irigasi dan pompanisasi.
“Masih ada 3 bulan lagi sampai akhir tahun 2025. Kami optimis sasaran tanam bisa tercapai, bahkan melebihi target melalui berbagai inovasi,” jelasnya.
Namun, Nasir mengakui ada tantangan berupa lahan pertanian yang terkonversi untuk proyek strategis nasional (PSN) Jalan Tol Serang-Panimbang, sekitar 200 hektar lebih.
Meski begitu, ia berharap sinergi pemerintah, petani, dan pihak terkait bisa menjaga Pandeglang tetap menjadi lumbung pangan Banten.
“Dorongan modernisasi pertanian dan dukungan untuk petani jadi kunci agar target produksi tidak hanya tercapai, tapi juga terlampaui,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











