PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Pandeglang masih jauh dari ideal. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pandeglang mencatat sekitar 32 persen ruas jalan di wilayah tersebut mengalami kerusakan.
“Jalan yang masih rusak itu sekitar 250 kilometer, kurang lebih 32 persen dari total panjang jalan di Pandeglang,” ungkap Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Pandeglang, Andrian Wisudawan, Jumat 3 Oktober 2025.
Kerusakan jalan tersebar di 35 kecamatan, dengan kondisi terparah berada di wilayah selatan Pandeglang.
“Terutama di daerah selatan karena medannya panjang dan kerusakannya cukup parah. Misalnya di Kecamatan Cimanggu, satu ruas penuh rusak,” jelasnya.
Andrian menegaskan, Pemkab Pandeglang tidak bisa memperbaiki seluruh jalan sekaligus karena keterbatasan anggaran daerah.
Pemerintah daerah masih mengandalkan bantuan pemerintah pusat, Pemprov Banten, hingga dukungan Corporate Social Responsibility (CSR).
“Kalau kita paling intip-intip dari program seperti Bang Andra atau program kementerian. Kalau ada bantuan CSR yang bisa bantu pemda memperbaiki jalan, tentu masyarakat akan sangat diuntungkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kebutuhan anggaran untuk perbaikan jalan cukup besar dan tidak sebanding dengan kondisi keuangan daerah.
“Pengerjaan fisik infrastruktur jalan berat karena kondisi anggaran kita minim,” pungkasnya.
Editor: Aas Arbi











