SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Gubernur Banten Andra Soni mengajak masyarakat Banten untuk gemar mengonsumsi udang dan hasil laut lokal.
Ajakan itu disampaikan saat dirinya mencicipi berbagai produk olahan udang khas Banten dalam acara Festival Jajanan Banten yang digelar oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Sabtu 4 Oktober 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Andra menegaskan bahwa hasil laut dari pesisir Banten aman dikonsumsi dan bebas dari paparan radioaktif yang saat ini tengah ramai diperbincangkan.
Katanya, berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Pemerintah, tidak ditemukannya paparan Cesium-137 pada produk udang khas Banten.
Paparan radioaktif itu hanya bersumber pada besi impor pada salah satu pabrik peleburan baja di Kawasan Industri Cikande Modern.
“masyarakat tidak perlu khawatir untuk menikmati hasil laut lokal, terutama udang yang menjadi komoditas unggulan kita,” ujar Andra Soni usai mencicipi olahan udang sambal sereh khas Pandeglang.
Menurutnya, isu tentang pencemaran radioaktif di laut yang sempat beredar beberapa waktu lalu jangan sampai menurunkan minat masyarakat terhadap konsumsi seafood lokal.
Ia menyebut, produk udang asal Banten sendiri memiliki kualitas yang tinggi. Mutu dan kesegarannya terjamin baik.
“Pembudidaya udang di Banten telah mengikuti cara-cara budidaya udang yang baik, dan sudah sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan. Sehingga terjamin dari hulu, sampai hilir,” tuturnya.
“Ayo makan udang, dari Banten,” ajaknya.
Festival Jajanan Banten yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata menjadi wadah promosi kuliner khas daerah, termasuk berbagai olahan hasil budidaya udang. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pelaku usaha mikro dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten.
Plt Kadispar Banten Linda Rohyati Fatimah mengatakan, festival ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengangkat potensi kuliner tradisional sekaligus mendukung geliat ekonomi kreatif masyarakat.
“Kuliner Banten memiliki kekayaan cita rasa yang luar biasa. Melalui festival ini, kami ingin memperkuat branding pariwisata berbasis budaya dan kuliner,” jelas Linda.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Banten Eli Susiyanti memastikan jika produk olahan udang asal Provinsi Banten bebas dari radioaktif.
Hal ini dipastikan pasca pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah produk olahan udang milik PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods).
Eli mengungkapkan, hasil menunjukan jika radioaktif itu bukan berasal dari udang-udang hasil olahan, namun dari polusi lingkungan sekitar.
Ia memastikan bahwa produk olahan ikan, khususnya udang hasil budidaya dari Banten dalam kaulitas yang bagus, dan sangat aman untuk dikonsumsi.
“Sudah dicek proses produksi, asal udangnya, dan dua-duanya clear, tidak ada radioaktif. Tapi terindikasi dalam pabrik, itu dari blower. Produknya ga masalah,” ujarnya.
Katanya, udang Banten kini mulai dilirik pasar ekspor karena kualitas dan rasanya yang khas. Beberapa sentra tambak di Kabupaten Serang dan Pandeglang telah memenuhi standar mutu internasional.
“Kami terus dorong petambak dan pelaku usaha olahan udang agar bisa naik kelas dan masuk ke pasar global,” kata Eli.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: AGung S Pambudi











