PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang mengaku masih kekurangan sarana penanggulangan bencana, terutama perahu untuk evakuasi korban banjir.
Sekretaris BPBDPK Pandeglang, Nana Mulyana, mengatakan saat ini instansinya hanya memiliki satu unit perahu karet bermesin jenis rubber boat dengan kapasitas sepuluh orang. Namun, kondisi perahu tersebut sudah uzur dan tidak optimal untuk digunakan di lapangan.
“Memang dari sisi sarana dan prasarana, kita masih butuh kelengkapan yang maksimal, terutama perahu karet. Saat ini baru punya satu unit, dan itu pun sudah berusia tua,” kata Nana kepada RADARBANTEN.CO.ID, Sabtu 15 November 2025.
Rencana Tambahan Satu Unit di Perubahan Anggaran
Nana menuturkan, pihaknya telah mengusulkan penambahan satu unit perahu karet dalam perubahan APBD tahun ini.
“Insyaallah di perubahan anggaran ini kita bisa menambah satu unit lagi. Selama ini, Alhamdulillah, kita dibackup BPBD Provinsi Banten, Basarnas, dan TNI-Polri ketika terjadi bencana,” ujarnya.
Perahu bermesin 40 PK yang dimiliki BPBDPK dinilai cukup memadai untuk operasi di area sungai atau perairan laut. Namun, perahu tersebut kurang efektif digunakan di kawasan permukiman yang tergenang banjir.
“Untuk lokasi seperti itu harus pakai perahu tanpa mesin. Kita punya tiga perahu boogie yang digerakkan dengan dayung. Penggunaannya disesuaikan dengan karakter lokasi bencana,” jelasnya.
Harga Perahu Karet Tahan Bocor Capai Rp120 Juta
Menurut Nana, perahu karet berkualitas tinggi yang tahan bocor dan goresan memiliki harga cukup mahal, yakni sekitar Rp120 juta per unit, belum termasuk mesin tambahan.
“Kami berharap penambahan peralatan ini segera terealisasi agar tim kami bisa bekerja lebih maksimal di lapangan,” tambahnya.
Selain perahu, BPBDPK Pandeglang juga membutuhkan tambahan perlengkapan keamanan seperti tali evakuasi dan alat keselamatan untuk penanganan bencana di daerah berbukit.
“Untuk pengamanan bilamana ada kejadian di bukit-bukit seperti itu,” pungkasnya.











