PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang menerjunkan Tim Reaksi Cepat ke lokasi bencana banjir merendam permukiman Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang.
Desa Idaman merupakan salah satu desa mengalami banjir besar akibat luapan Sungai Cilemer.
Ketinggian air sudah mencapai 75 centimeter, merendam permukiman dan memutus akses jalan lingkungan dan jalan Desa Idaman.
Kabid Kedaruratan Dan Logistik pada BPBDPK (Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran) Kabupaten Pandeglang Lilis Sulistiati mengatakan, BPBDPK telah menerima laporan bencana banjir melanda Desa Idaman, Kecamatan Patia.
“Tim Reaksi Cepat sudah diterjunkan ke sana. Untuk membantu proses evakuasi warga,” katanya, Minggu, 11 Januari 2026.
Proses evakuasi ini, Lilis menjelaskan, dalam artian membantu aktivitas warga menyebrangi genangan air yang memutus akses jalan. Serta membantu evakuasi warga ketika memang ada yang sakit.
“Untuk proses pengungsian belum ada permintaan. Karena memang kalau warga Desa Idaman dalam area rumahnya memiliki loteng atau tempat evakuasi mandiri saat banjir,” ktanya.
Kepala Desa Idaman Ilman mengatakan, ketinggian debit air pada hari kedua banjir mengalami kenaikan.
“Ketinggian banjir saat ini, antara 20-75 Centimeter. Siang ini (Hari Minggu, 11 Januari 2026 pukul 13.20 WIB) mengalami kenaikan 5 centimer dari sebelumnya pagi tadi 70 centimeter,” katanya.
Tingginya banjir menyebabkan, akses jalan untuk jalur Pagelaran-Sodong juga terputus.
“Saat ini kondisi cuaca di Desa Idaman diguyur hujan deras. Semoga saja banjir dapat segera surut,” katanya.
Berdasarkan data sementara, bencana banjir merendam empat kampung. Terdiri dari Kampung Tajur sebanyak 160 KK, Kampung Karang Tengah sebanyak 165 KK, Kampung Sindang Rahayu sebanyak 87 KK, dan Kampung Tongkol Cipariuk sebanyak 10 KK.
“Total jumlah KK sebanyak 422 KK dan jumlah jiwa sebanyak 1.266 orang,” katanya.
Editor: Abdul Rozak











