LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Kabupaten Lebak merupakan salah satu lumbung padi di Banten. Selama ini produksi padi yang dihasilkan petani di Kabupaten Lebak selalu surplus.
Salah satu kunci sukses Lebak sebagai salah satu lumbung padi di Banten adalah peran Mantri Tani Desa (MTD).
Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah mendotong agar Mantri Tani Desa untuk terus melakukan inovasi dan menjadi mentor bagi petani dalam menciptakan swasembada pangan di Kabupaten Lebak.
Menurutnya, peran MTD sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam memberikan penyuluhan mengenai teknologi pertanian dan perikanan kekinian.
“Peran mantri tani desa sangat penting dalam swasembada pangan di Lebak. Karenanya, mantri tani desa mesti terus berinovasi dan berpikir kreatif dalam menyelesaikan masalah yang timbul dimasyarakat dalam bidang pertanian dan perikanan,” kata Amir, Selasa 27 Januari 2025.
Kata dia, tenaga mantri tani desa ini, tidak hanya menjadi petugas pembinaan bidang pertanian padi maupun palawija, namun juga melakukan pembinaan bidang perikanan dan peternakan.
“Pemkab berupaya merubah perilaku bertani tradisional menjadi petani modern yang mampu memanfaatkan sarana tekhnologi yang semakin berkembang untuk pertanian. Alhamdulilah, sejauh ini petani di lebak mampu beradaptasi dengan teknologi kekinian,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Lebak, Rahmat Yuniar mengatakan, MTD tersebar di 340 Desa di Lebak.
Dimana keberadaan MTD diharapkan menjadi motor menciptakan swasemabada pangan di daerah yang di pimpin Bupati Hasbi Jayabaya ini.
“Ya, kehadiran mantri tani desa sangat membantu kelompok tani untuk mendongkrak produksi pangan,” katanya.
Pemkab Lebak melakukan terobosan dengan mengangkat MTD. Dimana MTD ini mampu mengatasi keterbatasannya jumlah penyuluh dan program MTD ini merupakan yang pertama di Indonesia, dalam upaya mengatasi keterbasan penyuluh bagi petani di Kabupaten Lebak.
Reporter: nurabidin
Editor: Agung S Pambudi











