CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Robinsar membuka opsi penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mempercepat perbaikan tembok penahan tanah (TPT) dan tanggul yang rusak akibat banjir. Langkah ini dinilai mendesak untuk menekan risiko banjir susulan saat curah hujan tinggi.
Robinsar mengatakan mayoritas kerusakan pascabanjir terjadi pada TPT dan tanggul yang jebol. Oleh karena itu, percepatan perbaikan perlu dilakukan meski secara normatif masuk tahun anggaran berikutnya.
“Infrastruktur yang rusak kebanyakan TPT dan tanggul. Kalau tidak dibangun kembali karena sudah jebol, potensi banjir ulang sangat besar,” ujarnya usai Ekspos Tindak Lanjut Pascabencana Banjir di rumah dinas wali kota, Jumat (30/1/2025).
Selain itu, ia menjelaskan BTT Kota Cilegon 2026 sebesar Rp3,6 miliar masih tersedia dan belum digunakan. Saat ini, Pemerintah Kota Cilegon masih menghitung titik-titik kerusakan secara detail, sementara perhitungan nominal anggaran dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum.
“Pergeseran anggaran bisa dilakukan, salah satunya dari BTT. Alternatif lain, pengalihan anggaran dalam kode rekening yang sama, misalnya pekerjaan TPT,” jelasnya.
Robinsar menegaskan BTT belum direalisasikan dan baru akan digunakan untuk proses pembangunan sarana dan prasarana yang terdampak banjir.
Reporter: Adam Fadillah/Editor: Aas Arbi











