KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID- Pemkot Tangsel menyatakan di bulan Februari menunjukkan tren kenaikan pada Februari 2026. Sejumlah langkah strategis pun disiapkan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok selama Ramadhan 1447 Hijriah.
Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Tangsel, Ucok Siagian, menjelaskan bahwa pada Januari 2026 harga bahan pokok sempat mengalami deflasi cukup tajam.
Indeks Perkembangan Harga (IPH) tercatat turun bertahap dari minus 1,88 persen hingga minus 3,51 persen dalam empat pekan.
“Komoditas yang menjadi andil deflasi antara lain cabai merah, cabai rawit, bawang merah dan daging ayam ras,” ujarnya, Kamis 19 Februari 2026.
Menurutnya, penurunan harga tersebut dipengaruhi meningkatnya pasokan dari daerah sentra produksi yang memasuki masa panen serta bertambahnya produksi dari peternak.
Namun memasuki Februari, tren harga mulai berbalik naik. Pada pekan pertama Februari 2026, inflasi tercatat sebesar 1,27 persen, didorong kenaikan harga cabai rawit.
Berdasarkan pemantauan harga di pasar hingga pertengahan Februari, sejumlah komoditas lain yang turut mengalami kenaikan di antaranya cabai merah, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, serta minyak goreng curah.
Mengantisipasi potensi lonjakan harga selama Ramadan, Pemkot Tangsel menyiapkan berbagai langkah.
Di antaranya melakukan pemantauan stok dan harga secara rutin, menggelar bazar Ramadan di tujuh kecamatan, serta melaksanakan Gerakan Pangan Murah yang direncanakan mulai awal Maret 2026 bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3).
Selain itu, pengawasan distribusi bahan pokok diperketat untuk mencegah praktik penimbunan dan spekulasi harga. Pemerintah juga akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional maupun pasar modern menjelang Idulfitri.
“Semua langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga selama Ramadan hingga Lebaran,” kata Ucok.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi











