PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ikan Mas Sinyonya hasil budidaya masyarakat Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang kini berhasil menembus pasar internasional.
Ikan yang dikenal sebagai salah satu ikan endemik di kaki Gunung Karang ini diminati sebagai ikan hias karena memiliki ciri khas yang berbeda dari ikan mas pada umumnya.
Ikan Mas Sinyonya memiliki karakteristik mata yang sipit hingga hampir tidak terlihat serta warna tubuh kuning keemasan yang menjadi daya tarik tersendiri.
Selain dijadikan ikan hias, ikan ini juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Untuk ikan berukuran besar, harganya dapat mencapai Rp150 ribu hingga Rp500 ribu per kilogram.
Sementara itu, untuk pasar internasional, benih ikan Mas Sinyonya berukuran sekitar 5 sentimeter atau seukuran jari kelingking dijual dengan harga sekitar 1 dolar Amerika Serikat per ekor.
Kepala Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Wahyu Kusnadiharja, yang juga mengelola budidaya ikan Mas Sinyonya di kawasan wisata Bukit Sinyonya, mengatakan permintaan ikan tersebut kini datang dari berbagai negara.
“Permintaan ikan Sinyonya saat ini datang dari berbagai negara seperti Jepang, Arab Saudi, Timor Leste, Malaysia, hingga Vietnam,” katanya, Rabu 11 Maret 2026.
Ia menyebutkan, untuk Vietnam saja pengiriman ikan Mas Sinyonya sudah mencapai sekitar 5.000 ekor.
“Dengan harga satu ekor ukuran sekitar 5 sentimeter atau seukuran jari kelingking sekitar satu dolar,” ujarnya.
Wahyu berharap dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun pusat, swasta, serta lembaga lainnya dapat terus mendorong pengembangan budidaya ikan Mas Sinyonya sekaligus potensi wisata Bukit Sinyonya.
“Sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” katanya.











