KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID -Kawasan Cikokol saat ini dikenal sebagai salah satu pusat ekonomi dan kawasan strategis di Kota Tangerang.
Perkembangannya yang pesat menjadikan wilayah ini sebagai gerbang utama bagi masyarakat yang memasuki kota dari berbagai arah.
Di balik kemajuan tersebut, Cikokol menyimpan sejarah yang cukup unik. Nama “Cikokol” diyakini berasal dari gabungan kata “Ci” yang berarti air dalam bahasa Sunda dan “kohkol” yang berarti kentongan, alat komunikasi tradisional masyarakat tempo dulu.
Melansir buku bertajuk “Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang” karya Burhanudin, pada masa lampau terdapat sebuah gardu di kawasan tersebut yang menyimpan kentongan kayu.
Karena sering terkena air hujan, kentongan tersebut selalu dalam kondisi basah hingga mengeluarkan air. Fenomena inilah yang kemudian melatarbelakangi munculnya nama Cikokol yang dikenal hingga sekarang.
Seiring waktu, wajah Cikokol berubah drastis. Kawasan yang dulunya sederhana kini menjelma menjadi pusat aktivitas ekonomi dengan hadirnya berbagai fasilitas modern, mulai dari pusat perbelanjaan hingga perkantoran.
Salah satu ikon yang menandai perkembangan Cikokol adalah Jembatan Pelengkung di Jalan MH Thamrin. Struktur ini tidak hanya berfungsi sebagai jembatan penyeberangan, tetapi juga menjadi simbol penyambut bagi masyarakat yang memasuki Kota Tangerang.
Perubahan juga terjadi pada sektor perdagangan dan transportasi. Pasar Cikokol yang pernah menjadi pusat aktivitas warga telah direlokasi, sementara fungsi terminal dipindahkan ke kawasan lain.
Bekas lahan tersebut kini dimanfaatkan sebagai ruang publik yang lebih tertata.
Transformasi Cikokol dari kampung sederhana menjadi kawasan modern mencerminkan pesatnya pembangunan di Kota Tangerang.
Meski terus berkembang, jejak sejarah yang melekat pada nama Cikokol tetap menjadi bagian penting dari identitas wilayah tersebut.
Editor: Abdul Rozak











