PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Warga Kampung Pasir Peuteuy, Desa Gunungsari, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang dihebohkan dengan keberadaan makam yang diduga palsu di area Tempat Pemakaman Umum (TPU). Makam tersebut disebut-sebut sebagai kuburan ‘Ki Joko Bodo’.
Ketua RW Kampung Pasir Peuteuy, Suwardi, mengungkapkan makam itu awalnya hendak dibangun oleh seseorang bernama Abah Endang sekitar setahun lalu. Endang mengaku berasal dari Kecamatan Petir, Kabupaten Serang dan meminta izin untuk mendirikan makam di TPU setempat.
“Sekitar setahun lalu dia datang minta izin membangun makam, tapi kami tolak karena silsilah dan sanadnya tidak jelas,” ungkap Suwardi, Rabu 8 April 2026.
Menurut Suwardi, Endang mengklaim makam yang akan dibangun adalah kuburan Ki Joko Bodo. Namun, warga setempat mengaku tidak pernah mendengar cerita maupun riwayat terkait sosok tersebut di wilayah mereka.
“Tidak ada cerita dari orang tua dulu atau mitos soal Ki Joko Bodo di sini, jadi warga menolak,” katanya.
Meski sempat ditolak, Endang diduga tetap membangun makam tersebut sekitar enam bulan lalu tanpa sepengetahuan tokoh masyarakat maupun pemerintah desa, dengan bantuan sejumlah warga yang terpengaruh.
Keberadaan makam itu kemudian memicu keresahan. Pemerintah desa bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur terkait seperti MUI, TNI-Polri, dan Satpol PP akhirnya melakukan pembongkaran.
“Kami sepakat membongkar untuk menghindari kemusyrikan dan penyimpangan akidah,” tegas Suwardi.
Kepala Desa Gunungsari, Samsul Hidayat, membenarkan pembongkaran tersebut. Ia menyebut langkah itu sebagai upaya preventif untuk menjaga ketertiban dan mencegah potensi kesesatan di masyarakat.
“Ini langkah preventif agar tidak muncul praktik-praktik yang menyimpang di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, warga khawatir keberadaan makam tersebut dapat merusak akidah dan memicu praktik kemusyrikan di tengah masyarakat.
Editor: Abdul Rozak











