SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus mendorong transformasi sektor pertanian dengan mengirim 21 petani milenial untuk magang ke Jepang. Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing pertanian daerah.
Gubernur Banten, Andra Soni, mengatakan Banten memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Jakarta yang menjadi pasar terbesar kebutuhan pangan nasional.
“Secara transportasi kita lebih kompetitif dibanding daerah lain,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Ia menambahkan, Pemprov Banten juga berkomitmen memperbaiki infrastruktur pendukung pertanian, seperti irigasi dan akses distribusi, agar sektor pertanian semakin menarik bagi generasi muda.
Selain itu, meningkatnya kebutuhan pangan, termasuk untuk ribuan SPPG yang telah beroperasi di Banten, menjadi peluang besar bagi petani lokal untuk memperluas pasar.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, M Nasir, menjelaskan bahwa para peserta magang telah melalui pelatihan intensif selama 50 hari sebelum diberangkatkan.
“Mereka dipersiapkan agar mampu beradaptasi dengan lingkungan dan budaya kerja di Jepang,” ujarnya.
Ia menegaskan, Jepang dipilih sebagai lokasi magang karena dikenal memiliki teknologi pertanian yang maju, modern, dan efisien.
Editor: Mastur Huda











