CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Korps Sukarela (KSR) PMI Unit Politeknik Krakatau menggelar kegiatan Pradiklat dan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) sebagai upaya mencetak relawan muda yang tangguh, peduli, dan berjiwa kemanusiaan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembentukan karakter sekaligus peningkatan kapasitas mahasiswa dalam bidang sosial kemanusiaan.
Pradiklat dan Diklat KSR PMI Politeknik Krakatau ini secara resmi dibuka oleh Ketua Bidang Diklat, Lia Nurlia Mahatma, di Kampus Politeknik Krakatau, Kamis 9 April 2026.
Dalam sambutannya, Lia menekankan pentingnya menumbuhkan jiwa sosial dalam diri setiap peserta sebagai fondasi utama dalam menjalankan aktivitas kemanusiaan.
Menurutnya, ketika nilai kepedulian sudah tertanam kuat, setiap tugas yang dijalankan tidak akan terasa sebagai beban, melainkan dilakukan dengan keikhlasan dan semangat pengabdian.
“Jika jiwa sosial sudah tertanam, maka kita tidak akan mudah merasa lelah. Justru kita akan bekerja dengan penuh semangat, keikhlasan, dan senyuman dalam membantu sesama,” ujarnya.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh KSR PMI Unit Politeknik Krakatau di bawah komando Komandan KSR, Endriana Rachmawati, dengan Ketua Panitia Nurul Fadilah bersama jajaran panitia pelaksana.
Sementara itu, Pembantu Direktur III Politeknik Krakatau, Dedy Arisandi, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis, tetapi juga pada pembentukan karakter dan mental relawan.
Ia menilai setiap proses yang dijalani peserta, termasuk tantangan dan dinamika selama pelatihan, menjadi bekal penting untuk membentuk relawan yang tangguh dan siap terjun ke masyarakat.
“Dalam setiap proses pasti ada tantangan, kelelahan, bahkan perbedaan pendapat. Namun semua itu menjadi bekal berharga. Kalian adalah calon relawan yang hadir bukan hanya dengan tenaga, tetapi juga dengan hati,” ujarnya.
Dedy juga mengapresiasi panitia pelaksana atas dedikasi dan kerja keras dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berpesan agar panitia terus membimbing peserta dengan penuh kesabaran dan tanggung jawab.
Editor: Mastur Huda











