KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Tangerang mendorong permainan tradisional masuk dalam kurikulum pendidikan sebagai muatan lokal di sekolah.
Ketua KORMI Kota Tangerang, Sulfi Afriadi menyampaikan usulan tersebut agar para pelajar dapat mengenal permainan tradisional melalui intrakurikuler atau ekstrakurikuler. “Misalnya bakiak, egrang, hingga ketapel,” ujarnya, Jumat, 10 April 2026.
Ia mengatakan, selain melestarikan budaya, anak-anak juga terlihat antusias saat kenal permainan tersebut. “Permainan tradisional memiliki banyak manfaat dalam pembentukan karakter anak, terutama dalam meningkatkan interaksi sosial, kerja sama, serta perkembangan psikis,” tuturnya.
Sulfi menilai kehadiran permainan tradisional juga dapat menjadi alternatif positif di tengah tingginya penggunaan gawai oleh anak-anak. “Permainan tradisional bisa menjadi ruang interaksi sosial yang sehat bagi anak-anak, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap media digital,” tambahnya.
Editor : Rostinah











