PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Warga Pandeglang diguyur hujan es pada Kamis sore, 14 Mei 2026. Hujan es membuat heboh karena fenomena langka di Pandeglang.
Hujan es seukuran kerikil atau kelereng. Saat hujan es mengguyur, atap dari genting apalagi seng akan berbunyi sangat nyaring.
Berdasarkan informasi diterima, hujan es melanda wilayah Kecamatan Makasari dan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang.
Warga Kecamatan Kaduhejo, Aldo Mirantika mengatakan, hujan es terjadi pada pukul 15.30 WIB.
“Tadi itu hujan es berlangsung sebentar. Namun kami tidak berani ke-luar karena ada petir,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis, 14 Mei 2026.
Aldo hanya melihat dari balik jendela rumahnya.
“Karena ada petir jadi takut. Dan enggak sempat ambil foto dan video juga,” katanya.
Kepala BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan mengatakan, secara ilmiah hujan es terjadi karena butiran air membeku di dalam awan Cumulonimbus (Cb) yang sangat dingin.
“Lalu terangkat naik – turun drastis hingga membeku di udara kuat sebelum jatuh ke bumi. Fenomena ini umumnya terjadi pada masa pancaroba (peralihan musim) seperti saat ini karena cuaca ekstrem,” katanya.
Fenomena hujan es ini bersifat lokal dan berdurasi singkat, biasanya hanya sekitar 10 menit.
“Sampai saat ini belum ada laporan kerusakan ke Pusdalops BPBD PK Kabupaten Pandeglang akibat dampak dari hujan es tersebut. Tim BPBDPK terus memonitor situasi dan kondisi terkini,” katanya.
Editor: Agus Priwandono











