SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) berencana membongkar dan membangun kembali SDN Pamarican 2 di Kecamatan Kasemen.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap mengganggu aktivitas belajar mengajar akibat posisi bangunan sekolah yang berada lebih rendah dari badan jalan.
Saat ini proyek pembangunan ulang sekolah tersebut masih menunggu proses lelang. Pemerintah menargetkan pekerjaan dapat memasuki tahap kontrak pada akhir Juni 2026 sehingga pembangunan bisa segera dilaksanakan.
Kepala DPUPR Kota Serang, Iwan Sunardi, mengatakan pembangunan ulang dilakukan karena kondisi bangunan sekolah dinilai membutuhkan penanganan menyeluruh, bukan sekadar perbaikan ringan.
“Kontrak kalau tidak salah di akhir Juni karena proses lelang sedang berproses, mudah-mudahan penetapannya tidak lama lagi,” kata Iwan, Sabtu 20 Juni 2026.
Menurutnya, lokasi SDN Pamarican 2 yang berada di Jalan Vihara, Kampung Sukajaya, Kecamatan Kasemen, selama ini menjadi salah satu sekolah yang rentan terdampak genangan saat debit air meningkat.
“Posisi bangunan itu berada di bawah badan jalan, sehingga kalau debit air tinggi itu masuk ke sekolah walaupun memang tidak terlalu curam. Tapi ini mengkhawatirkan karena untuk sisi keluar airnya juga agak terhambat,” ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, DPUPR memutuskan membangun gedung baru dengan elevasi yang lebih tinggi agar tidak lagi terdampak banjir saat musim hujan.
“Iya, dibongkar, dibangun baru,” tegasnya.
Iwan menjelaskan, sebenarnya terdapat dua sekolah di kawasan Pamarican yang membutuhkan penanganan serupa, yakni SDN Pamarican 1 dan SDN Pamarican 2.
Namun karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah, pembangunan difokuskan terlebih dahulu pada SDN Pamarican 2.
Pemerintah Kota Serang mengalokasikan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk pembangunan sekolah tersebut pada tahun 2026.
“Itu kan ada dua ya, kita kepenginnya sih dua-duanya. Tapi karena sekali lagi keterbatasan fiskal, makanya kita coba salah satu terlebih dahulu. Kalau melihat kondisi eksistensinya memang perlu mendapatkan perhatian,” jelasnya.
Meski demikian, Pemkot Serang memastikan kondisi SDN Pamarican 1 tetap menjadi perhatian dan akan dipertimbangkan dalam perencanaan pembangunan pada tahun anggaran berikutnya.
“Jadi mudah-mudahan di tahun berikutnya ini menjadi perhatian dan juga akan ditindaklanjuti di Pamarican 1 ini,” katanya.
Terkait proses pembangunan, DPUPR akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan selama proses pembongkaran dan pembangunan berlangsung.
Berbagai skema sedang disiapkan agar para siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran tanpa terganggu oleh proyek pembangunan sekolah.
“Kita akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan seperti apa teknisnya, apakah nanti pagi sore, karena memang kalau dua-duanya dibongkar kan ini agak repot,” ungkap Iwan.
Menurutnya, pembangunan hanya dilakukan pada satu sekolah terlebih dahulu agar siswa dapat sementara dialihkan ke lokasi lain sehingga proses pendidikan tetap berjalan normal.
“Makanya kita salah satu dulu untuk bisa mengantisipasi yang dibongkar ini bisa dialihkan terlebih dahulu ke mana supaya proses pendidikannya tetap berjalan,” katanya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi

