SERANG – PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (IKPP) Serang Mill menegaskan jika limbah cair yang dihasilkan oleh perusahaan telah diolah dan memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan sebelum akhirnya dibuang.
Bahkan pengolahan air limbah telah menggunakan sistem Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) cukup besar dan canggih sehingga mempekerjakan sekitar 107 orang. Bahkan laporan pengolahan air limbah tercatat secara real time di Kementerian Lingkungan Hidup.
Manajemen PT IKPP Serang, Arif Madali, mengatakan PT IKPP telah memiliki sistem IPAL yang besar dan canggih, sehingga hasil pengolahan yang dilakukan oleh IPAL sudah sesuai baku mutu.
“Kita punya tiga Ipal yang cukup besar dan mempunyai karyawan kurang lebih 107 orang. Tidak mungkin kita menghayer banyak orang tapi IPAL kita tidak dipakai,” katanya Selasa 4 Agustus 2026.
Ia mengatakan, limbah cair yang dihasilkan oleh IKPP sudah diolah melalui IPAL sehingga dipastikan sudah memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Bahkan terdapat alat canggih yakni Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Secara Terus Menerus dan Dalam Jaringan (SPARING) yang bisa melaporkan kualitas air secara real time ke kementerian.
“Jadi sudah terpasang SPARING, waktu itu langsung di cek oleh menteri LH dan dinyatakan sudah sesuai. Jadi kita enggak mungkin main-main 107 orang khusus khusus tangani limbah,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga saat ini menciptakan sistem agar air limbah yang diproduksi bisa diproses dengan baik yakni dengan membuat lagon 7 atau kolam untuk mengendapkan limbah sehingga air yang diproses lebih bersih.
“Supaya lebih mengendap lagi, jadi airnya aga bening sehingga sudah memenuhi baku mutu,” tegasnya.
Bahkan, lanjut Arif, pada musim kemarau ini, pihaknya menggunakan sebagian air limbah hasil pengolahan dari lagon 7 sebagai bahan baku untuk memproduksi ditengah kesulitan air.
“Kita punya air bersih kurang lebih 87 hektare berupa lagun, supaya pemakaian airnya hemat, kita campur air hasil pengolahan limbah di lagun 7 sehingga bisa lebih irit untuk kebutuhan produksi,” ujarnya.
Tak sampai disitu, pihaknya juga saat ini mengolah limbah cair menjadi energi dengan reaktor EGSB anaerobik yang menghasilkan gas metan. Gas tersebut digunakan untuk pembakaran boiler biogas. “Pakai mikro organisme menjadi energi. Teknologi canggih ini tidak banyak yang pakai teknologi ini,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak

