SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menggandeng Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia untuk menangani kawasan kumuh seluas 23 hektare di Desa Domas, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang.
Program tersebut bertujuan menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat, khususnya warga yang saat ini masih tinggal di bantaran sungai atau sempadan irigasi yang rawan bencana.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, mengatakan penanganan kawasan kumuh menjadi salah satu prioritas Pemkab Serang. Karena itu, pemerintah daerah terus membangun kolaborasi dengan pemerintah pusat dan berbagai mitra agar penanganannya dapat dilakukan secara bertahap.
“Kunjungan ini dalam rangka rencana penanganan kawasan kumuh menjadi kawasan hunian yang layak. Tadi kami mengajukan salah satu kawasan kumuh di Kabupaten Serang, yakni di Desa Domas,” katanya usai menerima kunjungan Kementerian PKP dan Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia di Pendopo Bupati Serang, Rabu 5 Agustus 2026.
Menurut Zakiyah, warga yang tinggal di kawasan sempadan sungai membutuhkan hunian yang lebih aman dan layak.
“Yang saya inginkan, warga kami khususnya di kawasan Domas mempunyai rumah yang layak huni. Saat ini mereka masih tinggal di bantaran sungai yang berada di sempadan irigasi,” ujarnya.
Untuk merealisasikan program tersebut, Pemkab Serang menggandeng Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia sebagai mitra pelaksana. Sementara skema pembiayaan akan didukung oleh Komida.
“Tadi sudah kami bicarakan dengan Pak Handoko selaku Ketua Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia yang nantinya menjadi mitra kami, dan Komida juga akan mendukung dari sisi pembiayaan,” jelasnya.
Selain dukungan dari mitra, Pemkab Serang juga berencana mengalokasikan bantuan bagi masyarakat yang menjadi penerima manfaat. Setiap kepala keluarga (KK) akan mendapatkan bantuan sebesar Rp5 juta.
“Insyaallah nanti kami anggarkan Rp5 juta per KK. Kemudian juga ada skema pembiayaan lainnya dari Komida,” katanya.
Zakiyah mengakui persoalan kawasan kumuh masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Serang. Berdasarkan data Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), saat ini masih terdapat sekitar 170 titik kawasan kumuh di Kabupaten Serang.
“PR kami masih banyak. Kalau satu kawasan ini bisa ditangani tahun ini, berarti sudah mengurangi kawasan kumuh. Karena itu kami terus mencari peluang kerja sama, sebab Kabupaten Serang tidak bisa menyelesaikannya sendiri,” ujarnya.
Ia juga berharap Pemerintah Provinsi Banten dapat memberikan dukungan, termasuk melalui program-program strategis yang dapat mempercepat penanganan kawasan kumuh di Kabupaten Serang.
“Saya yakin dengan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, mitra, Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia, dan Pemerintah Provinsi Banten, apa yang kita harapkan bisa terwujud,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda

