SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Baru dilantik sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Maulana Yusuf Banten (STIA MYB) periode 2026–2031, Erdi Rujikartawi langsung mematok target besar. Di bawah kepemimpinannya, STIA MYB mulai menyiapkan lima program studi baru sebagai langkah strategis menuju perubahan status menjadi universitas.
Erdi yang juga merupakan dosen Pascasarjana UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten itu menggantikan Syafrudin yang meninggal dunia. Sebelum dipercaya memimpin STIA MYB, ia menjabat sebagai Wakil Ketua.
Menurut Erdi, pengembangan program studi menjadi prioritas karena merupakan salah satu syarat utama untuk meningkatkan status kelembagaan kampus.
“Pada Agustus ini ada tiga program studi yang siap diajukan, yakni Agribisnis, Agroekonomi, dan Ilmu Ekonomi,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, ketiga program studi tersebut akan diajukan untuk memperoleh izin operasional. Setelah seluruh proses perizinan selesai, STIA MYB baru akan membuka penerimaan mahasiswa pada program studi tersebut.
“Setelah izin keluar, baru program studinya dibuka,” katanya.
Selain tiga program studi yang akan segera diajukan, STIA MYB juga tengah mempersiapkan pembukaan Program Studi Administrasi Kesehatan dan Program Studi Psikologi.
Menurut Erdi, apabila seluruh program studi baru telah memperoleh izin dan berjalan sesuai ketentuan, maka persyaratan untuk mengubah STIA MYB menjadi universitas akan semakin terpenuhi.
“Ketika seluruh syarat sudah dipenuhi dan program studi berjalan, insyaallah STIA MYB bisa bertransformasi menjadi universitas,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada pengembangan akademik, Erdi juga berkomitmen meningkatkan kualitas dosen serta melengkapi sarana dan prasarana penunjang pembelajaran agar daya saing kampus semakin meningkat.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Maulana Yusuf, Syahbandar Wirahadikusuma, menyambut positif dilantiknya Erdi sebagai ketua baru setelah sempat terjadi kekosongan jabatan sepeninggal Syafrudin.
“Kami menyambut gembira karena sudah ada penggantinya. Ini tentu melegakan bagi kami,” katanya.
Syahbandar berharap kepemimpinan Erdi mampu mempercepat penambahan program studi sehingga cita-cita yayasan menjadikan STIA MYB sebagai universitas dapat segera terwujud.
Saat ini, kata dia, yayasan terus berkonsultasi dengan LLDIKTI untuk mempersiapkan pembukaan fakultas-fakultas baru sebagai bagian dari proses perubahan status kelembagaan.
Ia mengakui tantangan terbesar dalam pembukaan program studi baru adalah memenuhi kebutuhan dosen tetap yang sesuai dengan persyaratan pemerintah.
“Penambahan jurusan sangat penting agar STIA MYB terus berkembang dan memiliki lebih banyak pilihan program studi bagi masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Aas Arbi

