PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukaratu 06, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, terhenti hampir sebulan setelah Kepala SPPG berinisial AM tidak lagi berada di lokasi dan pulang ke kampung halamannya di Jambi.
AM merupakan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu dan ditunjuk Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai Kepala SPPG Sukaratu 06.
Terhentinya operasional dapur tersebut berdampak pada penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada ribuan penerima manfaat, termasuk siswa sekolah dan santri di wilayah Kecamatan Majasari.
Relawan SPPG Sukaratu 06, Sujarwo, mengatakan kondisi tersebut turut berdampak terhadap perekonomian keluarga para relawan yang bekerja di dapur tersebut.
“Sementara dapurnya tutup, ya berdampak ke mana-mana, ekonomi keluarga terganggu. Jadi saya minta tolong bagaimana caranya ini dapur bisa jalan lagi,” katanya, Jumat, 7 Agustus 2026 malam.
Sujarwo mengatakan para relawan berharap dapur SPPG Sukaratu 06 dapat segera kembali beroperasi. Menurutnya, para relawan tidak mendapatkan penjelasan dari Kepala SPPG sebelum yang bersangkutan meninggalkan lokasi.
“Gara-gara kepala SPPG tidak bertanggung jawab. Saya nilai tidak ada tanggung jawab kepada kami relawan dan para penerima manfaat. Enggak ada bahasa apa-apa saat pergi,” katanya.
Ia mengaku mengetahui keberadaan AM setelah yang bersangkutan sudah berada di Jambi.
“Tahu-tahu posisinya sudah ada di Jambi. Kalau masalah persoalan pribadi saya enggak tahu. Setahu saya, kami minta pertanggungjawaban sebagai kepala SPPG,” ujarnya.
Sementara itu, PIC Pasir Angin yang menaungi Pondok Pesantren Miftahul Huda dan PAUD Nurul Wahid, Cecep, mengatakan pihaknya sudah sekitar tiga pekan tidak menerima distribusi MBG dari SPPG Sukaratu 06.
“Tidak adanya MBG ini ditanyakan terus. Dari ponpes pada nanyain terus, dari PAUD juga, kapan katanya ada MBG lagi. Karena sekolah-sekolah lain menerima kiriman,” katanya.
Menurut Cecep, terdapat sekitar 296 penerima manfaat yang masih menunggu kepastian penyaluran MBG dari SPPG Sukaratu 06.
“Harapan kami tentu supaya dapur SPPG Sukaratu Majasari 06 bisa segera kembali beroperasi agar penerima manfaat bisa kembali menerima program MBG,” ujarnya.
Kepala SMP Al Fath Gunung Karang, yang dikenal juga sebagai SMP Al Fath Majasari, Winarto, berharap BGN segera menempatkan kepala SPPG yang baru agar operasional dapur kembali berjalan.
“Agar operasional dapur SPPG kembali jalan. Soalnya sudah mau sebulan, yang lain jalan, tapi anak-anak kita enggak dapat karena kesalahan dari kepala SPPG, bukan dapurnya yang bermasalah,” katanya.
Winarto meminta BGN memberikan kepastian mengenai waktu penempatan Kepala SPPG yang baru. Sebab, kondisi tersebut mulai dipertanyakan oleh siswa maupun wali siswa.
“Bahkan mengusulkan untuk pindah dapur. Ya, kita harapkan agar BGN ikut bertanggung jawab atas kesalahan oknum Kepala SPPG,” ujarnya.
Terpisah, Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG Majasari, Fitra Rianto, mengatakan proses pergantian Kepala SPPG Sukaratu 06 saat ini sedang berlangsung.
“Sudah terbit nota dinas dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat. Artinya, kalau sudah ada nota dinas itu diprioritaskan untuk segera dicarikan Kepala SPPG yang baru,” katanya.
Menurut Fitra, proses pergantian Kepala SPPG biasanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan karena menjadi kewenangan bagian sumber daya manusia (SDM) dan organisasi BGN.
“Semoga segera dimunculkan Kepala SPPG yang baru agar dapur SPPG Sukaratu bisa kembali operasional. Dan para penerima manfaat juga bisa kembali terlayani MBG lagi,” pungkasnya.
Reporter: Purnama Irawan Editor: Aas Arbi












