SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Warga Kota Serang diminta tidak mudah percaya terhadap informasi lowongan pekerjaan (loker) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Masyarakat diingatkan untuk memastikan kebenaran informasi sebelum menyerahkan dokumen pribadi, terlebih jika calon pekerja diminta membayar sejumlah uang.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul dugaan penipuan berkedok perekrutan pekerja SPPG di Kabupaten Pandeglang. Belasan warga disebut menjadi korban setelah dijanjikan bekerja di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga mengalami kerugian mencapai jutaan rupiah.
Kepala Koordinator Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Serang, Nuni Pratiwi, meminta masyarakat lebih teliti dalam menyikapi informasi perekrutan tenaga SPPG. Menurutnya, proses perekrutan relawan di dapur SPPG memiliki ketentuan, salah satunya mengutamakan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi dapur.
“Terkait hal itu biasanya karena relawan itu dari pihak mitra. Saya selalu tekankan, untuk yang menjadi relawan harus minimal 70 persen adalah warga sekitar SPPG,” kata Nuni kepada Radar Banten, Minggu, 9 Agustus 2026.
Nuni menegaskan, proses perekrutan tenaga kerja SPPG tidak dipungut biaya. Karena itu, masyarakat yang menemukan tawaran pekerjaan dengan syarat membayar sejumlah uang, termasuk dengan alasan administrasi atau pendaftaran, diminta berhati-hati karena berpotensi menjadi modus penipuan.
“Bagi warga yang mau bekerja di SPPG, tinggal datangi saja SPPG terdekat dan menanyakan langsung kepada kepala SPPG apakah ada lowongan atau tidak,” terangnya.
Menurut Nuni, cara tersebut menjadi langkah paling aman untuk memastikan informasi lowongan benar-benar berasal dari SPPG yang bersangkutan.
Ia menjelaskan, calon pekerja tidak perlu mengeluarkan uang untuk dapat diterima bekerja di dapur SPPG. Persyaratan yang harus dipenuhi disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja, seperti sehat jasmani dan rohani serta memiliki keahlian sesuai bidang pekerjaan yang dibutuhkan.
“Karena untuk bekerja di SPPG tidak dipungut biaya apa pun. Yang penting sehat jasmani dan rohani serta mempunyai keahlian sesuai bidangnya,” tegasnya.
Selain mendatangi SPPG secara langsung, masyarakat juga diminta mengecek informasi melalui kanal media sosial resmi masing-masing dapur SPPG.
“Kemudian selain poster resmi yang dikeluarkan pihak SPPG dalam mencari relawan atau staf seperti akuntan dan ahli gizi, maka berita itu tidak bisa dipercaya,” tandasnya.
Masyarakat juga diimbau tidak menyebarkan kembali informasi lowongan kerja yang sumbernya tidak jelas. Langkah tersebut penting untuk mencegah semakin banyak warga menjadi korban penipuan berkedok perekrutan tenaga SPPG.
Reporter: Nurandi – Editor : Aas Arbi

