SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Polisi mengamankan satu orang yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap seorang transpuan di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Empat orang lainnya yang diduga terlibat masih dalam pencarian.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, korban telah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Rangkasbitung. Polisi kemudian mengamankan salah satu terduga pelaku.
“Korban sudah membuat laporan di Polsek Rangkasbitung, ada satu orang pelaku yang diamankan,” kata Maruli, Senin (10/8/2026) malam.
Menurut Maruli, terdapat lima orang yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut. Polisi masih melakukan pencarian terhadap empat orang lainnya.
“Ada lima orang ya, empat lagi masih dicari,” ujarnya.
Maruli menegaskan, tindakan kekerasan terhadap siapa pun tidak dapat dibenarkan, termasuk terhadap kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
“Kami akan mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan kekerasan yang melanggar hukum,” kata Maruli.
Kasus tersebut sebelumnya menjadi perhatian setelah video penganiayaan terhadap seorang transpuan beredar di media sosial. Peristiwa itu disebut terjadi di Rangkasbitung pada Minggu (9/8/2026) malam.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang transpuan terlibat aksi kejar-kejaran dan perkelahian dengan sejumlah orang. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Sementara itu, salah seorang anggota kelompok yang menyebut dirinya sebagai Tim Pembasmi Boti, yang identitasnya tidak dipublikasikan, mengaku kelompok tersebut bertujuan mengajak orang yang menjadi sasaran mereka untuk meninggalkan identitas atau orientasi seksualnya.
Ia juga mengaku prihatin terhadap orang yang secara terbuka menunjukkan identitas seksualnya di media sosial.
Pernyataan tersebut merupakan klaim dari anggota kelompok yang bersangkutan dan tidak dapat dijadikan pembenaran atas tindakan kekerasan maupun penganiayaan.
Polisi kini masih mendalami kasus tersebut dan mencari empat orang lain yang diduga terlibat.
Reporter: Fahmi – Editor: Aas Arbi

