CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Persoalan stunting masih ditemukan di tengah kawasan industri Kota Cilegon. Kondisi salah satu keluarga yang memiliki anak stunting bahkan turut disertai persoalan tempat tinggal yang dinilai memprihatinkan.
Temuan tersebut disoroti Wakil Ketua II DPRD Kota Cilegon Masduki setelah melakukan reses di daerah pemilihannya, salah satunya di Kelurahan Gunung Sugih. Persoalan itu kemudian langsung dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Kemarin kami reses di dua titik, ada masyarakat yang kena stunting, makanya tadi pagi langsung di-follow up,” kata Masduki, Selasa (11/8/2026).
Menurut Masduki, reses menjadi salah satu cara anggota DPRD melihat langsung persoalan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, temuan yang membutuhkan penanganan segera langsung dikomunikasikan dengan instansi terkait.
“Karena reses merupakan momentum menyerap aspirasi masyarakat di dapil kita. Makanya jika ada yang bisa diselesaikan, kita langsung komunikasikan dengan Dinas Kesehatan, DP3AP2KB,” ujarnya.
Masduki menilai, persoalan stunting tersebut menjadi ironi karena keluarga yang membutuhkan perhatian berada di lingkungan kawasan industri.
Ia menyoroti minimnya keterlibatan perusahaan di sekitar kawasan tersebut dalam membantu penanganan persoalan sosial masyarakat, termasuk stunting.
“Yang pasti atensi kita, sangat disayangkan di lingkungan industri, industri tidak ada yang peduli terkait warga stunting,” tegasnya.
Tak hanya kondisi kesehatan anak, Masduki juga menyoroti kondisi rumah keluarga tersebut. Menurutnya, tempat tinggal itu membutuhkan perhatian dan perbaikan melalui program bedah rumah.
“Kondisi rumahnya juga miris, perlu ada bedah rumah. Makanya kita komunikasikan dengan pihak terkait,” tuturnya.
Ia mengatakan, penanganan terhadap keluarga tersebut sudah mulai dilakukan. Namun, Masduki kembali mempertanyakan peran perusahaan di sekitar kawasan industri melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR).
“Sudah ada penanganan, tapi yang kami sayangkan industri sama sekali tidak melirik itu CSR-nya,” ungkapnya.
Masduki menilai penanganan stunting dan persoalan sosial lainnya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, perusahaan yang beroperasi di sekitar masyarakat juga perlu mengambil bagian.
“Di sini perlu peran serta pemerintah dan swasta. Harus betul-betul berkolaborasi, industri dan pemerintah menyelesaikan persoalan seperti ini,” pungkasnya.
Reporter: Adam Fadillah – Editor: Aas Arbi












