KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 29 perwakilan TP-PKK kecamatan di Kabupaten Tangerang beradu kreativitas mengolah pangan lokal dalam Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), Kamis, 27 Agustus 2026.
Lomba yang digelar Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) bersama TP-PKK Kabupaten Tangerang itu berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang.
Peserta mengolah berbagai komoditas pangan lokal, mulai dari sayuran, umbi-umbian, buah-buahan hingga ikan. Kreativitas peserta tidak hanya dinilai dari tampilan menu, tetapi juga dari aspek gizi, keseimbangan pangan, keamanan, serta pemanfaatan bahan pangan lokal.
Kepala DPKP Kabupaten Tangerang Ujang Sudiartono mengatakan Lomba Cipta Menu B2SA merupakan agenda tahunan yang diarahkan untuk mendorong diversifikasi konsumsi pangan dengan memaksimalkan potensi pangan lokal.
“Iya, lomba ini mendorong pemanfaatan dan pengolahan pangan lokal secara kreatif, sekaligus meningkatkan kapasitas ibu-ibu TP-PKK kecamatan dalam mengembangkan olahan pangan bergizi untuk keluarga, khususnya anak-anak,” ujar Ujang.
Tahun ini, perlombaan dibagi menjadi dua kategori. Pertama, menu sarapan dalam kemasan box untuk anak sekolah usia 7 hingga 9 tahun. Kedua, produk olahan pangan lokal komersial.
Kategori komersial diarahkan untuk mendorong pengembangan usaha kecil berbasis pangan lokal agar menghasilkan produk yang lebih inovatif dan memiliki daya saing.
Menurut Ujang, pemanfaatan bahan pangan lokal secara kreatif diharapkan tidak hanya memperkaya pilihan makanan keluarga, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha berbasis pangan.
“Melalui lomba cipta menu berbasis pangan lokal ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya makanan yang bergizi, khususnya bagi keluarga dan anak,” katanya.
Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Kabupaten Tangerang Yudiana mengatakan pengolahan pangan lokal secara kreatif dapat memberikan manfaat lebih luas, mulai dari pemenuhan kebutuhan konsumsi keluarga hingga penguatan ketahanan pangan.
Menurutnya, Kabupaten Tangerang memiliki sumber daya pangan lokal yang beragam dan potensial untuk dikembangkan.
“Pemenuhan pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman merupakan bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan berkualitas,” kata Yudiana.
Dia menilai pengembangan pangan lokal juga dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat apabila diolah menjadi produk bernilai tambah.
Dalam perlombaan tersebut, penilaian dilakukan oleh tiga juri yang berasal dari unsur akademisi, ahli gizi, dan chef.
DPKP Kabupaten Tangerang berharap lomba tersebut tidak berhenti sebagai kompetisi, tetapi dapat mendorong peserta menerapkan konsep B2SA dalam menu keluarga serta mengembangkan produk pangan lokal yang memiliki nilai ekonomi.
Kegiatan itu juga diharapkan memperkuat jejaring TP-PKK antarkecamatan dalam mengedukasi masyarakat mengenai konsumsi pangan yang sehat sekaligus pemanfaatan bahan pangan lokal.
Reporter: Mulyadi – Editor: Aas Arbi











