SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti masih adanya kesenjangan kompetensi atau skill gap antara pencari kerja dan kebutuhan dunia industri.
Menurut Airlangga, persoalan tersebut perlu segera diatasi melalui penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, termasuk program retraining dan reskilling.
Hal itu disampaikan Airlangga saat menghadiri Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Kota Serang, Selasa, 1 September 2026.
Airlangga mengatakan perubahan kebutuhan industri berlangsung semakin cepat. Kondisi tersebut membuat tenaga kerja harus terus meningkatkan kompetensi agar mampu mengikuti perkembangan dunia kerja.
“Tentu tadi disampaikan ada mismatch terkait dengan kompetensi. Oleh karena itu, Bapak Presiden mendorong vokasi agar skill gap-nya bisa dikurangi,” ujar Airlangga.
Ia menilai peningkatan kompetensi tenaga kerja semakin penting seiring perkembangan teknologi dan transformasi dunia industri.
Tidak hanya kemampuan teknis, Airlangga juga mengingatkan pentingnya soft skill dan etika kerja bagi para pencari kerja.
“Kalau kita tidak segera melakukan pelatihan, ini akan semakin ketinggalan. Oleh karena itu, saya mendorong agar adik-adik semua bisa meningkatkan soft skill dan mendorong etika kerja,” katanya.
Di sisi lain, Airlangga menyebut investasi menjadi salah satu motor utama dalam penciptaan lapangan kerja formal.
Ia mengatakan investasi nasional pada semester II 2026 telah mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen.
Namun, peningkatan investasi tersebut harus diikuti kesiapan tenaga kerja. Menurutnya, kebutuhan industri perlu dipenuhi oleh sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidang pekerjaan yang tersedia.
Airlangga juga mendorong kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha untuk memperbesar skala pelatihan vokasi.
Menurutnya, fasilitas pelatihan milik pemerintah dapat dioptimalkan bersama fasilitas yang dimiliki dunia industri.
Dengan kolaborasi tersebut, pelatihan yang diberikan kepada masyarakat diharapkan semakin relevan dengan kebutuhan lapangan kerja.
Reporter: Yusuf Permana Editor: Aas Arbi












