SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PWDMI) Provinsi Banten bersiap menggelar Karnaval Panjang Mulud Tahun 2026 pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Kegiatan yang mengusung syiar Islam sekaligus pelestarian tradisi dan budaya Banten tersebut akan dimulai pukul 07.00 WIB.
Ketua Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PWDMI) Provinsi Banten, KH Bunyamin Hafidz, mengatakan Karnaval Panjang Mulud digelar dalam dua momentum, yakni memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan menyemarakkan HUT Provinsi Banten ke-26.
“Karnaval Panjang Mulud ini memiliki dua momentum. Pertama, sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kita dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kedua, sekaligus menyemarakkan HUT Provinsi Banten yang ke-26,” ujar Bunyamin usai rapat persiapan Festival Panjang Mulud di Sekretariat DMI Banten, Masjid Raya Al Bantani, KP3B, Sabtu, 12 September 2026.
Menurut Bunyamin, karnaval tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas, nilai-nilai keislaman, serta kekayaan budaya lokal Banten.
Salah satu kegiatan utama dalam karnaval tersebut adalah lomba Panjang Mulud dengan total hadiah mencapai Rp76 juta.
Juara pertama akan mendapatkan hadiah Rp26 juta. Menurut Bunyamin, nominal tersebut dipilih sebagai simbol usia Provinsi Banten yang pada tahun ini memasuki usia ke-26.
“Juara pertama kita berikan Rp26 juta. Ini simbol dari 26 tahun Provinsi Banten. Mudah-mudahan menjadi bagian dari semangat kita untuk terus membangun Banten dengan nilai-nilai keagamaan dan budaya yang kita miliki,” kata Bunyamin.
Selain juara pertama, panitia menyiapkan hadiah Rp20 juta untuk juara II, Rp15 juta untuk juara III, Rp7,5 juta untuk juara harapan I, Rp5 juta untuk juara harapan II, dan Rp2,5 juta untuk juara harapan III.
Karnaval Panjang Mulud akan diikuti peserta dari berbagai unsur masyarakat, antara lain DKM, DMI setempat, lembaga, instansi, yayasan, pondok pesantren, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Panjang Mulud yang ditampilkan akan memuat berbagai hasil kreativitas dan produk masyarakat. Di antaranya bahan makanan, buah-buahan dan hasil bumi, sembako, produk UMKM, makanan tradisional, perlengkapan ibadah, serta berbagai bentuk hasil kreativitas masyarakat lainnya.
Bunyamin menjelaskan, Panjang Mulud yang ditampilkan masyarakat tidak hanya mengedepankan bentuk dan kemeriahan, tetapi juga membawa berbagai hasil bumi dan produk masyarakat.
“Jadi Panjang Mulud ini bukan hanya soal bentuknya yang indah. Di dalamnya juga ada hasil bumi, makanan, produk UMKM, makanan tradisional, perlengkapan ibadah dan berbagai bentuk kreativitas masyarakat. Ini yang ingin kita angkat sebagai bagian dari tradisi dan identitas masyarakat Banten,” tuturnya.
Start dari Masjid Agung At-Tsauroh
Karnaval arak-arakan Panjang Mulud akan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dari kawasan Masjid Agung At-Tsauroh Kota Serang. Selanjutnya, para peserta akan mengikuti karnaval menuju Gedung Negara Provinsi Banten yang berada di depan Alun-Alun Kota Serang.
Untuk menentukan pemenang, panitia akan membentuk tim penilai dari unsur Dewan Masjid Indonesia. Penilaian dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan sejumlah aspek.
Aspek tersebut meliputi estetika dan keindahan, kreativitas, budaya lokal, identitas kebantenan, nilai-nilai dakwah, serta substansi atau isi Panjang Mulud yang ditampilkan masing-masing peserta.
Bunyamin menegaskan, unsur dakwah menjadi salah satu perhatian penting dalam festival tersebut. Dengan demikian, kemeriahan karnaval tetap berada dalam koridor syiar Islam dan pesan-pesan positif bagi masyarakat.
“Yang kita nilai bukan hanya keindahan atau kemeriahannya, tetapi juga bagaimana nilai dakwahnya, bagaimana unsur budaya lokalnya, identitas kebantenannya, serta apa substansi yang ingin disampaikan melalui Panjang Mulud tersebut,” jelasnya.
Setelah seluruh peserta menyelesaikan arak-arakan, rangkaian kegiatan dilanjutkan di Gedung Negara Provinsi Banten. Di lokasi tersebut akan digelar acara ngariung bersama Gubernur Banten.
Menurut Bunyamin, tradisi Panjang Mulud merupakan salah satu kekayaan budaya masyarakat Banten yang memiliki nilai kebersamaan dan gotong royong. Karena itu, melalui karnaval tersebut, PWDMI Banten ingin menjadikan tradisi Panjang Mulud tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.
“Harapan kami, karnaval Panjang Mulud ini menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah, mempererat kebersamaan masyarakat, sekaligus melestarikan tradisi dan budaya lokal Banten. Yang tidak kalah penting, ini menjadi bagian dari syiar Islam,” ujarnya.
Karnaval Panjang Mulud PWDMI Provinsi Banten Tahun 2026 diharapkan menjadi perayaan bersama yang memadukan syiar Islam, tradisi, budaya, kreativitas masyarakat, dan semangat HUT Banten ke-26.
Melalui kegiatan tersebut, PWDMI Provinsi Banten ingin menunjukkan bahwa masjid dan masyarakatnya tidak hanya menjadi pusat kegiatan ibadah, tetapi juga dapat menjadi penggerak pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan nilai-nilai keislaman dan identitas kebantenan.
Editor : Aas Arbi











